Harga Emas Antam Masih Bisa Lebih Murah

Di tengah penantian kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), minat investor mengoleksi emas cenderung lesu. Tak heran, harga emas spotdiperkirakan akan terus melorot hingga tutup tahun ini.

Mengutip Bloomberg, kemarin sore harga pengiriman emas Desember 2015 di Commodity Exchange turun 0,73 persen  menjadi 1.085 dollar AS per troy ounce. Siang ini, pukul 11:02 WIB, harga emas di pasar spot kembali melemah menyentuh 1.084,85 dollar AS per troy ounce.

Analis SoeGee Futures Alwy Assegaf memperkirakan, perhatian pelaku pasar akan fokus pada kebijakan The Fed dan dollar AS. Mereka akan menanti kenaikan suku bunga, sehingga emas akan ditinggalkan dulu. “Koreksi harga emas bisa berlanjut hingga akhir tahun ini. Emas bisa menyentuh kisaran 968-1.000 dollar AS pertroy ounce,” katanya, Kamis (30/7/2015).

Analis Esandar Arthamas Berjangka Tonny Mariano juga menilai, tren bearish harga emas masih berlanjut. Setidaknya, jelang kenaikan suku bunga AS yang diperkirakan September nanti, emas spot bisa turun hingga level US$ 1.050 per ons troi.

Nah, penurunan emas spot  umumnya berimbas negatif pada pergerakan harga emas batangan PT Antam. Namun, karena saat bersamaan nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS, sehingga emas batangan stagnan.

Kemarin (30/7/2015), logam mulia ukuran 1 gram seharga Rp 547.000 per gram, tak beranjak dari posisi akhir pekan lalu. Asal tahu saja, mata uang Garuda hampir menyentuh Rp 13.500 per dollar. Ini level termurah sejak 1998. Hari ini, Jumat (31/7/2015), harga emas Antam belum bergerak.

Prediksi Alwy, harga emas Antam cenderung stagnan hingga akhir tahun ini. Maklum, meski emas spot terpukul menjelang kenaikan suku bunga AS yang diprediksi September 2015, rupiah juga bisa  jeblok ke Rp 13.500. Kondisi ini menyebabkan harga emas Antam tetap mahal.

Harganya diperkirakan naik tipis ke Rp 540.000 hingga Rp 550.000 per gram. “Maka, investor sebaiknya menahan diri untuk beli,” kata Alwy.

Jangan terburu-buru

Tapi, saat akhir tahun, emas Antam berpeluang turun lagi ke Rp 530.000-Rp 540.000. Saat itu, rupiah diperkirakan lebih kuat, sebab ekonomi domestik berpeluang membaik pada semester kedua tahun ini. Mata uang Garuda bisa kembali ke Rp 13.300 per dollar AS. “Saat harga jatuh lagi di akhir tahun ini, investor jangka panjang bisa mulai koleksi emas Antam,” saran Alwy.

Tonny mengakui, saat ini, sulit membaca arah pasar yang cenderung bergerak berdasarkan rumor yang berkembang mengenai The Fed. Makanya, jangka pendek, ia menebak, pergerakan harga emas Antam masih akan stagnan antara Rp 545.000-Rp 550.000 per gram.

Namun, di jangka panjang Tonny melihat, peluang harga emas batangan lebih murah lagi. Menurutnya, jika emas spot semakin murah saat kenaikan suku bunga The Fed, emas Antam bisa turun ke bawah Rp 530.000 per gram.

Itu sebabnya, ia menyarankan investor bersabar dan jangan terburu-buru masuk. “Beli ketika harga jatuh ke bawah Rp 530.000. Itu sudah murah,” ujar Tonny.

(sumber: Kompas)

(tr)

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Harga Emas Merosot Tertekan Suku Bunga AS

Harga emas berjangka turun pada Jumat (31/7/2015), terimbas investor yang mengkhawatirkan tentang rencana kenaikan tingkat suku bunga AS, di mana sebagian memilih untuk menjual logam mulia juga karena tekanan penguatan dolar.

Melansir laman Wall Street Journal, kontrak emas yang paling aktif diperdagangkan untuk pengiriman Desember turun US$ 4,60 (0,4 persen) menjadi US$ 1,088.70 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga emas telah mencapai posisi terendah dalam lima tahun karena pedagang mengantisipasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat ini.

Bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan biaya pinjaman di tahun ini, yang merupakan kenaikan pertama dalam hampir satu dekade.

Harga emas ditarik lebih rendah usai investor kembali membuat interpretasi dari pernyataan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal, yang dirilis Rabu sore. “The Fed telah menjanjikan kenaikan tarif baru, dan mereka sudah berusaha keras untuk membuat pasar siap untuk itu,” kata Nolte.

Pejabat Fed memiliki tiga pertemuan yang lebih terjadwal untuk menetapkan kebijakan di tahun ini, di mana salah satunya berlangsung pada September.

“Ini benar-benar sebuah pertanyaan tentang kapan suku bunga akan naik, jika mereka akan naik, dan emas akan memiliki waktu yang sangat sulit dengan itu,” kata Ira Epstein, Broker Linn & Associates di Chicago.

Emas harus mengalah karena tidak membayar bunga atau dividen, dan harus berjuang untuk bisa bersaing dengan obligasi dan saham ketika harganya naik.

Pergeseran kebijakan moneter ikut memperkuat dolar, membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Indeks Dollar, yang melacak dolar terhadap sekeranjang mata uang asing, naik 0,6 persen ke posisi 97,56. “Emas telah bertindak dan bereaksi terhadap dolar,” kata Paul Nolte, Manajer Portofolio Kingsview Asset Management.

Harga emas sempat naik setelah dirilisnya laporan yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh melambat dari perkiraan pada kuartal pertama.

Namun kemudian produk domestik bruto, yang menjadi ukuran kondisi barang dan jasa, naik 2,3 persen pada kuartal kedua, lebih rendah dari harapan sebesar 2,7 persen.

(sumber: liputan6)

(tr)

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

‘Buyback’ Emas Antam Naik

Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan hari ini terpantau stagnan, yaitu di level Rp547 ribu per gram.

Sementara, untuk buyback (pembelian kembali), harga logam mulia Antam naik dari Rp469 ribu menjadi Rp470 ribu per gram.

Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan terkecil hingga terbesar dikutip dari laman logammulia.

Pecahan satu gram Rp547 ribu, lima gram Rp2.590.000, 10 gram Rp5.130.000, 25 gram Rp12.750.000, 50 gram Rp25.450.0000, 100 gram Rp50.850.000, 250 gram Rp127.000.000, dan 500 gram Rp253.800.000.

Saat ini, semua ukuran emas yang dijual Antam masih tersedia, kecuali ukuran 250 gram.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

(sumber: Viva)

(tr)

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Harga Emas Antam Kembali Stagnan di Rp547.000/Gram

Harga Emas Antam yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih belum mengalami pergerakan. Harga emas Antam ukuran 1 gram tetap dibanderol Rp547.000.

Namun, melansir Logammulia, Jumat (31/7/2015), harga beli kembali (buy back) berhasil naik Rp2.000 ke level Rp470.000 per gram.

Sementara itu, harga emas 2 gram dibanderol Rp1.054.000 atau Rp527.000 per gram. Emas ukuran 2,5 gram dijual Rp1.307.500 per bar, dengan harga per gram Rp523.000. Emas 3 gram dihargai Rp1.563.000 per bar, dengan harga per gram Rp521.000.

Emas ukuran 4 gram dijual Rp2.072.000 per bar, dengan harga per gram Rp518.000. Emas 5 gram dibanderol Rp2.590.000 per bar atau Rp518.000 per gram.

Selanjutnya, emas 10 gram dijual Rp5.130.000 per bar atau Rp513.000 per gram. Emas 25 gram dijual Rp12.750.000 atau Rp510.000 per gram. Emas 50 gram Rp25.450.000 per bar atau Rp509.000 per gram.

Untuk emas ukuran 100 gram dibanderol Rp50.850.000 per bar atau Rp508.500 per gram. Emas 250 gram Rp127.000.000 atau Rp508.000 per gram. Lalu emas ukuran 500 gram dijual Rp253.800.000 atau Rp507.600 per gram

(sumber: Solopos)

(tr)

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Emas Global Perpanjang Penurunan, Emas Antam Stagnan

Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini masih stagnan di Rp547.000/gram, sedangkan harga beli kembali (buyback) naik lagi Rp1.000/gram. Sementara emas global menuju penurunan minggu terpanjang dalam 16 tahun terakhir.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (31/7/2015), harga buyback menjadi Rp470.000/gram dari Rp469.000/gram.

Adapun, emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.054.000, dengan harga per gram Rp527.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.563.000 dengan harga Rp521.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.072.000 dengan harga per gram Rp518.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.590.000 dengan harga per gram Rp518.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.130.000, dengan harga per gram Rp513.000.

Harga emas 25 gram Rp12.750.000 dengan harga per gram Rp510.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.450.000, dengan harga per gram Rp509.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp50.850.000, dengan harga per gram Rp508.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp127.000.000, dengan harga per gram Rp508.000, namun sudah habis terjual. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp253.800.000, dengan harga per gram Rp507.600.

Sementara emas global masih berada di dekat level terendah 5,5 tahun terakhir pada pagi ini dan di jalur untuk penurunan keenam berturut-turut dalam sepekan, koreksi terpanjang sejak 1999, setelah data ekonomi AS yang kuat meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan jangka pendek suku bunga acuan.

Emas yang berakhir Juli berada pada penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari dua tahun setelah kejatuhan pada pekan lalu menggoncang kepercayaan investor.

Dikutip dari Reuters, emas di pasar spot naik 0,1% menjadi  USD1.088,86/ons pada pukul 08.37 WIB, tetapi tidak jauh di atas koreksi terdalam pekan lalu di USD1.077, terendah sejak Februari 2010. Itu turun hampir 1% dalam sepekan dan 7% dalam sebulan.

Kenaikan potensi suku bunga AS meredupkan daya tarik emas. Emas AS untuk pengiriman Agustus mendatar di USD1.088/ons.

(sumber; Sidonews)

(tr)

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Dollar AS Perkasa, Harga Emas Dunia Makin Murah

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (30/7/2015) waktu setempat (Jumat pagi WIB), tertekan oleh kurs dollar AS yang menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 4,6 dollar AS atau 0,42 persen menetap di 1.088,70 dollar AS per ounce.

Indeks dollar AS naik 0,45 persen menjadi 97,60 pada pukul 18.04 GMT. Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dollar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dollar menjadi lebih mahal bagi investor.

Penguatan dollar AS terjadi menyusul konferensi pers pengumuman hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS setelah pasar ditutup pada Rabu. Pertemuan menjelaskan tingkat lapangan kerja AS sebagai “solid.”

Para analis mengatakan bahwa Fed sedang menunggu pasar tenaga kerja meningkat dan inflasi mencapai target bank sentral AS dua persen sebelum menaikkan suku bunganya.

Emas mendapat sejumlah kecil dukungan meskipun ada pengumuman pertemuan Fed, setelah sebuah laporan yang dirilis pada Kamis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan PDB AS meningkat 2,3 persen. Analis mengatakan angka ini sedikit lebih rendah dari yang diharapkan.

Sementara itu, perak untuk pengiriman September turun 4,7 sen, atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 14,696 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik  lima dollar AS, atau 0,51 persen, menjadi 989,90 dollar AS per ounce.

(sumber: Kompas)

(tr)

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Suku Bunga AS Bakal Naik pada September

VIVA.co.id – Federal Reserve mengidentifikasi ekonomi Amerika Serikat telah berkembang lebih positif. Petunjuk ini yang membenarkan pandangan bahwa suku bunga AS kemungkinan besar akan naik pada September tahun ini.

Dilansir BBC News, Kamis 30 Juli 2015, bank sentral AS itu menyatakan sepakat untuk mempertahankan suku bunganya mendekati nol persen pada bulan ini. Namun, para ekonom percaya mereka kini memiliki pijakan yang lebih kuat.”Kegiatan ekonomi AS telah berkembang dalam beberapa bulan ini,” ungkap The Fed dalam sebuah pernyataan.

Sayangnya, pernyataan itu belum memberikan indikasi yang jelas bagi pasar kapan waktu menaikkan suku bunga. Dalam pernyataan yang lain, Federal Reserve mencatat bahwa pasar tenaga kerja, perumahan, dan belanja konsumen, telah menguat.

The Fed memperkirakan inflasi meningkat secara bertahap menuju target 2 persen.

Pasar kemudian mengacu pada pernyataan The Fed bahwa bank sentral AS akan mulai menaikkan suku bunga, jika ada perbaikan lebih lanjut pada pasar tenaga kerja dan inflasi sesuai target, yakni 2 persen.

Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada bulan ini banyak diharapkan pasar.

“Tetapi, The Fed telah menggiring pasar untuk meyakini bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan tahun ini. Dan hal itu, telah meningkatkan kepercayaan kami bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar dilakukan The Fed pada September,” ujar Millan Mulraine, wakil kepala riset dan strategi TD Securities.

Ekonom Barclays, Michael Gapen, juga memperkirakan The Fed menaikkan suku bunganya pada September, sesuai dengan perkiraan perbankan sebelumnya.

Seperti diketahui, suku bunga acuan AS saat ini menjadi yang terendah dalam enam setengah tahun. Keputusan The Fed memotong suku bunganya mendekati nol pada Desember 2008 bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah krisis ekonomi global.

 

Sumber : viva.co.id


Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Dolar AS Menguat Didorong Pernyataan The Fed

Metrotvnews.com, New York: Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena pernyataan Federal Reserve yang baru dirilis menunjukkan optimisme di pasar tenaga kerja negara itu.

Optimisme tersebut, memperkuat spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Demikian seperti dikutip dari AFP, Kamis (30/7/2015).

“Pasar tenaga kerja terus membaik, dengan kenaikan lapangan pekerjaan yang kuat dan pengangguran menurun,” kata Komite Pasar  Terbuka Federal (FOMC), kelompok pengatur kebijakan Fed, dalam sebuah pernyataan Rabu setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

FOMC juga mencatat sektor perumahan telah menunjukkan peningkatan tambahan.” Para analis mengatakan bank sentral telah meningkatkan penilaiannya atas ekonomi AS, yang mendukung pandangan populer bahwakenaikan pertama tingkat suku bunga dalam beberapa dekade mungkin terjadi akhir tahun ini.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,27 persen menjadi 97,030 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1006 dolar dari 1,1048 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,5610 dolar dari 1,5601 dolar pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia turun menjadi 0,7298 dolar dari 0,7326 dolar. Dolar AS dibeli 123,94 yen Jepang, lebih tinggi dari  123,61 yen di sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9670 franc Swiss dari 0,9630 franc Swiss dan sedikit naik menjadi 1,2936 dolar Kanada dari 1,2933 dolar Kanada.

 

Sumber : metronews.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

The Feds Pertahankan Suku Bunga Acuan

WASHINGTON, KOMPAS.com – Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, Rabu (29/7/2015) waktu setempat, mempertahankan suku bunga acuannya (federal funds), di posisi mendekati nol persen. Hal ini sesuai perkiraan para analis. The Fed juga tidak memberikan sinyal baru tentang kapan kenaikan tingkat suku bunga yang lama ditunggu-tunggu mungkin terjadi.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan, ekonomi AS telah berkembang secara moderat dalam beberapa bulan terakhir. FOMC juga menyebutkan, pasar pekerjaan telah menguat, tetapi mencatat berlanjutnya investasi bisnis dan ekspor yang lemah.

Selain itu, disebutkan, bahwa inflasi masih lebih lemah dari pada yang diharapkan para pembuat kebijakan moneter tersebut. Meskipun mencatat bahwa banyak pelemahan terkait dengan jatuhnya harga energi selama tahun lalu dan impor yang lebih murah, karena dollar AS yang kuat.

Tetapi pernyataan kebijakan singkat FOMC, pada akhir pertemuan dua hari, tidak memberikan tanda-tanda baru pemikiran mereka tentang kapan mereka akan memulai serangkaian kenaikan suku bunga.

Suku bunga fed funds telah bertahan di 0-0,25 persen sejak akhir 2008 untuk mengangkat ekonomi AS dari jurang resesi. Ketua Fed Janet Yellen baru-baru ini telah mengatakan ia memperkirakan kenaikan suku bunga akan datang pada akhir tahun.

 

Sumber : kompas.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Pertemuan Fed

Skalanews – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun pada Rabu (Kamis pagi WIB, 30/7), tertekan penguatan dolar AS menjelang konferensi pers tentang suku bunga Federal Reserve.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 3,6 dolar AS, atau 0,33 persen, menjadi menetap di 1.092,60 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Sebuah konferensi pers diharapkan setelah penutupan pasar, di mana bank sentral AS akan menunjukkan pemikiran mereka tentang kenaikan suku bunga.

Para analis awalnya memperkirakan, suku bunga akan naik pada Juni. Namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, perkiraan itu didorong kembali ke September.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan pengembalian (return), karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Sebuah laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors pada Rabu, memberikan dukungan kepada harga emas, karena menunjukkan penjualan “pending home” (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh 1,8 persen pada Juni. Penurunan ini lebih buruk dari yang diperkirakan.

Analis mencatat, bahwa pelemahan itu terjadi di Selatan dan Midwest, Sementara Barat dan Timur Laut menunjukkan sedikit kenaikan.

Indeks dolar AS naik 0,11 persen menjadi 96,76 pada pukul 17.20 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar naik, emas berjangka akan jatuh. Karena emas yang diukur dengan dolar, menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman September naik 10,1 sen, atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 14,743 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 1,5 dolar AS, atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 984,90 dolar AS per ounce. (xin/ant/tat)

Sumber : Skalanews.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Pernyataan The Fed Dorong Penguatan Dolar

NEW YORK – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama karena pernyataan Federal Reserve yang baru dirilis menunjukkan optimisme di pasar tenaga kerja negara itu.

Seperti dilansir Xinhua, Kamis (30/7/2015), optimisme tersebut, memperkuat spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

“Pasar tenaga kerja terus membaik, dengan kenaikan lapangan pekerjaan yang kuat dan pengangguran menurun,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), kelompok pengatur kebijakan Fed, dalam sebuah pernyataan Rabu setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

FOMC juga mencatat sektor perumahan “telah menunjukkan peningkatan tambahan.”

Para analis mengatakan bank sentral telah meningkatkan penilaiannya atas ekonomi AS, yang mendukung pandangan populer bahwa kenaikan pertama tingkat suku bunga dalam beberapa dekade mungkin terjadi akhir tahun ini.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,27 persen menjadi 97,030 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1006 dolar dari 1,1048 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,5610 dolar dari 1,5601 dolar pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7298 dolar dari 0,7326 dolar.

Dolar AS dibeli 123,94 yen Jepang, lebih tinggi dari 123,61 yen di sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9670 franc Swiss dari 0,9630 franc Swiss dan sedikit naik menjadi 1,2936 dolar Kanada dari 1,2933 dolar Kanada.

 

 

Sumber : okezone.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Harga Emas Dunia Kembali Turun

CHICAGO, KOMPAS.com – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu (29/7/2015) waktu setempat (Kamis pagi WIB), karena dollar AS menunjukkan penguatan menjelang konferensi pers tentang suku bunga Federal Reserve.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 3,6 dollar AS, atau 0,33 persen, menjadi 1.092,60 dollar AS per ounce.

Sebuah konferensi pers diharapkan setelah penutupan pasar di mana bank sentral AS akan menunjukkan pemikiran mereka tentang kenaikan suku bunga.

Para analis awalnya memperkirakan suku bunga akan naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, perkiraan itu didorong kembali ke September.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan pengembalian (return), karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Sebuah laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors pada Rabu memberikan dukungan kepada harga emas karena menunjukkan penjualan pending home (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh 1,8 persen pada Juni. Penurunan ini lebih buruk dari yang diperkirakan. Analis mencatat bahwa pelemahan itu terjadi di Selatan dan Midwest, sementara Barat dan Timur Laut menunjukkan sedikit kenaikan.

Indeks dollar AS naik 0,11 persen menjadi 96,76 pada pukul 17.20 GMT. Emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dollar AS naik, emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dollar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Sementara perak untuk pengiriman September naik 10,1 sen, atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada 14,743 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 1,5 dollar AS, atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 984,90 dollar AS per ounce.

 

Sumber : kompas.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Pernyataan Positif Fed Dorong Penguatan Dolar

Skalanews – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (Kamis pagi WIB, 30/7), didorong pernyataan Federal Reserve yang baru dirilis menunjukkan optimisme di pasar tenaga kerja negara itu.

Optimisme tersebut, memperkuat spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

“Pasar tenaga kerja terus membaik, dengan kenaikan lapangan pekerjaan yang kuat dan pengangguran menurun,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), kelompok pengatur kebijakan Fed, dalam sebuah pernyataan Rabu setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

FOMC juga mencatat, sektor perumahan “telah menunjukkan peningkatan tambahan.”

Para analis mengatakan, bank sentral telah meningkatkan penilaiannya atas ekonomi AS, yang mendukung pandangan populer bahwa kenaikan pertama tingkat suku bunga dalam beberapa dekade mungkin terjadi akhir tahun ini.

Indeks dolar, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama, naik 0,27 persen menjadi 97,030 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1006 dolar dari 1,1048 dolar di sesi sebelumnya. Dan pound Inggris meningkat menjadi 1,5610 dolar dari 1,5601 dolar pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7298 dolar dari 0,7326 dolar.

Dolar AS dibeli 123,94 yen Jepang, lebih tinggi dari 123,61 yen di sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9670 franc Swiss dari 0,9630 franc Swiss dan sedikit naik menjadi 1,2936 dolar Kanada dari 1,2933 dolar Kanada. (xin/ant/tat)

Sumber : skalanews.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

BURSA EMERGING MARKET: Menguat Terdorong Posisi Mata Uang Terhadap Dolar AS

Bisnis.com, JAKARTA— Bursa emerging market naik untuk pertama kalinya dalam enam hari perdagangan terakhir, setelah mata uang menguat di tengah spekulasi bank sentral AS Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga rendah.

Petroleo Brasileiro SA memimpin kenaikan. Rubel naik untuk pertama kalinya dalam enam hari perdagangan.

The Fed menegaskan dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan dua hari akan melakukan pendekatan berimbang untuk meningkatkan suku bunga.

Sementara itu kondisi ekonomi AS kemungkinan bisa menjaga suku bunga di bawah tingkat normal.

“(Kemungkinan) kenaikan suku bunga September. Kita melihat Janet Yellen tidak ingin menakuti pasar. Investor melihatnya sebagai pertanda baik,” kata Nicholas Spiro, Managing Director Spiro Sovereign Strategy seperti dikutip Bloomberg, Kamis (30/7/2015).

Mendekati angka nol suku bunga The Fed sejak tahun 2006, telah mendorong permintaan aset berisiko di negara berkembang.

 

Sumber : market.bisnis.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Lebih dari Sepekan, Harga Emas Antam Dijual Rp 547 Ribu per Gram

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk masih dijual di level Rp 547 ribu per gram pada Kamis (30/7/2015). Harga ini bertahan sejak 22 Juli 2015.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) logam mulia Antam tercatat naik Rp 1.000 menjadi Rp 469 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 469 ribu per gram.

Antam menjual ukuran emas dari 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.23 WIB, ukuran emas Antam 250 gram sold out atau habis terjual, sedangkan ukuran emas Antam lainnya masih tersedia.

Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 547.000

* Pecahan 5 gram Rp 2.590.00

* Pecahan 10 gram Rp 5.130.000

* Pecahan 25 gram Rp 12.750.000

* Pecahan 50 gram Rp 25.450.0000

* Pecahan 100 gram Rp 50.850.000

* Pecahan 250 gram Rp 127.000.000

* Pecahan 500 gram Rp 253.800.000.

Sumber : liputan6.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

HARGA EMAS COMEX Turun, Tertekan Kenaikan Dolar

Bisnis.com, CHICAGO — Keriangan yang ditunjukkan mata uang AS, dolar, berdampak pada lesunya harga emas berjangka.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dolar AS menunjukkan penguatan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 0,2 dolar AS atau 0,02 persen menjadi menetap di 1.096,20 dolar AS per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena Indeks Dolar AS naik 0,13 persen menjadi 96,66 pada pukul 18.08 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Dolar menguat ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan mereka pada Selasa, dan berencana menggelar konferensi pers pada Rabu untuk mengumumkan hasil pertemuan.

Para investor sedang menunggu berita dari bank sentral AS tentang kapan suku bunga akan dinaikkan.

Analis awalnya memperkirakan suku bunga naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, harapan itu didorong kembali ke September.

Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Perak untuk pengiriman September naik 3,7 sen, atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 14,642 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,5 dolar AS, atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 986,40 dolar AS per ounce.

sumber: bisnis.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Penguatan Harga Emas Berakhir

Rimanews – Setelah sempat menguat tajam, harga emas akhirnya kembali mengalami koreksi akibat menguatnya kembali dolar AS.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 0,2 dolar AS atau 0,02 persen menjadi menetap di 1.096,20 dolar as per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena Indeks Dolar AS naik 0,13 persen menjadi 96,66 pada pukul 18.08 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Dolar menguat ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan mereka pada Selasa, dan berencana menggelar konferensi pers pada Rabu untuk mengumumkan hasil pertemuan.

Para investor sedang menunggu berita dari bank sentral AS tentang kapan suku bunga akan dinaikkan. Analis awalnya memperkirakan suku bunga naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, harapan itu didorong kembali ke September.

Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Perak untuk pengiriman September naik 3,7 sen, atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 14,642 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,5 dolar AS, atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 986,40 dolar AS per ounce.

sumber: rimanews.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Harga Emas Tergelincir Penguatan Dolar AS

Liputan6.com, New York – Harga emas melemah pada Rabu (29/7/2015) ini, terbebani penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran akan pernyataan Federal Reserve soal suku bunga.

Harga emas untuk pengiriman Agustus, kontrak paling aktif diperdagangkan, ditutup turun US$ 0,20 menjadi US$ 1.096,20 per troy ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, melansir laman Wall Street Journal.

Dolar tercatat menguat terhadap mata uang lainnya. Ini membuat investor semakin yakin jika The Fed segera menaikkan suku bunganya dalam beberapa bulan mendatang, dilatarbelakangi data ekonomi AS yang solid.

Maklum, menguatnya dolar menjadi berita buruk bagi emas, yang dijual dalam mata uang dolar karena menjadi lebih mahal untuk pembeli asing.

Dolar baru-baru ini naik 0,3 persen terhadap mata uang yen di posisi ¥ 123,61. Sementara Euro turun 0,3 persen menjadi US$ 1,1044.

Investor emas juga gugup jika The Fed akan lebih optimis memberikan pandangan dipicu harapan tentang kondisi ekonomi AS, pada akhir pertemuannya yang berlangsung pada Rabu ini.

Sebelumnya, Kepala The Fed Janet Yellen di awal bulan, mengatakan jika bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada tahun ini juga jika pemulihan ekonomi terus berlanjut. Sebuah pernyataan dari Fed memberikan harapan kenaikan suku bunga berlangsung pada awal September.

“Pertemuan Fed membayangi logam mulia. Meski masih belum ada konsensus tentang apakah (Fed) akan siap untuk bertindak pada pertemuan September nanti (soal suku bunga),” menurut catatan Analis Standard Bank.

Ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan-bulan mendatang mendorong harga emas masuk ke posisi terendah dalam lima tahun minggu lalu. Emas, yang tidak memberikan bunga, harus berjuang untuk bersaing dengan investasi lain yang menawarkan imbal hasil saat harganya naik.

sumber; liputan6.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

HARGA EMAS 29 JULI: Fed Tekan Perdagangan Spot, Emas Turun 1,3 Poin Ke US$1.095,4

Bisnis.com, JAKARTA— Harga emas Comex kontrak Desember melemah di hari kedua, Rabu (29/7/2015).

Pk. 06:32 WIB, harga emas melemah 1,3 poin atau 0,12% ke US$1.095,4 per ounce. Pada 28 Juli, harga emas melemah 0,02% ke US$1.096,7/ounce.

Pelemahan emas tertekan penguatan mata uang AS. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah.

Dolar menguat menjelang bank sentral AS mengumumkan keputusan rapat dua hari pada Kamis dini hari WIB (30/7/2015). Investor menunggu, terutama terkait jadi tidaknya Fed Rate naik tahun ini.

Kenaikan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas, dan menuju aset-aset dengan imbal hasil. Mengingat logam mulia tidak mengenakan suku bunga, dan hanya memberikan keuntungan dari kenaikan harga jual.

sumber: bisnis.com

Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment

Harga Emas Masih Berkutat di Bawah USD 1.100 per Ouce

Chicago, GATRANews – Harga emas di perdagangan Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pada Selasa (Rabu pagi WIB) masih berkutat di bawah US$ 1.100 per troy Ounce, karena diombang ambing nilai dolar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 0,2 dolar AS atau 0,02 persen menjadi menetap di 1.096,20 dolar as per ounce, lapor Xinhua.
Emas berada di bawah tekanan karena Indeks Dolar AS naik 0,13 persen menjadi 96,66 pada pukul 18.08 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor.
Seperti dilaporkan Antara, dolar menguat ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan mereka pada Selasa, dan berencana menggelar konferensi pers pada Rabu untuk mengumumkan hasil pertemuan.

Para investor sedang menunggu berita dari bank sentral AS tentang kapan suku bunga akan dinaikkan. Analis awalnya memperkirakan suku bunga naik pada Juni, namun karena data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, harapan itu didorong kembali ke September.

Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Perak untuk pengiriman September naik 3,7 sen, atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 14,642 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,5 dolar AS, atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 986,40 dolar AS per ounce.
sumber: gatra.com


Share
Posted in Berita Emas | Leave a comment