Harga Emas Naik Tinggi

MedanBisnis – medan. Harga emas di Medan secara mengejutkan melompat signifikan dalam tiga hari terakhir. Pasca keputusan bank sentral AS, The Fed yang menahan suku bunga,Harga emas langsung naik.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga emas jenis 24 karat langsung melompat ke level Rp521.500 per gram. Angka itu kembali mengalami kenaikan hingga ke level Rp525.500 per gram pada penutupan perdagangan Senin (21/9). “Harga emas dunia tiba-tiba naik sehingga harga emas di Medan juga naik,” kata seorang pengusaha emas di Pasar Peringgan Medan, Edy Suranta.

Harga emas yang berlaku itu juga merupakan level tertinggi setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, harga emas sulit menembus angka Rp520.000 per gram meski terjadi gejolak di pasar. Namun, setelah keputusan The Fed menahan suku bunga, harga emas tiba-tiba naik.

Sebagai catatan, sejak pertengahan Agustus lalu, harga emas di Medan hanya mampu bermain di bawah level Rp512.000 per gram. Angka itu sendiri bahkan telah mengalami kenaikan gara-gara ketidakpastian keputusan The Fed. Sejak awal tahun, harga emas bahkan hanya mampu bermain tidak lebih dari Rp495.000 per gram.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengungkapkan, harga emas dunia saat ini naik dari posisi US$1.100 per troy ons jadi US$1.138 per troy ons. “Penguatan harga emas global tersebut memberikan besaran kenaikan terhadap harga emas di tingkat lokal. Harga emas Antam misalnya, masih bertahan di atas Rp500.000 per gram, meskipun harga emas dunia sempat merosot tajam sebelumnya. Untuk saat ini harga emas murni Antam masih bertahan di kisaran level Rp570.000 per gram,” jelasnya.

Keputusan The Fed yang menahan suku bunga memang menjadi pemicu utama melonjaknya harga emas saat ini. Investor ramai-ramai berinvestasi emas karena pasar uang makin dihantui ketidakpastian akibat keputusan The Fed itu. Emas menjadi pilihan investasi karena dinilai lebih aman. “Begitupun, ke depan saya melihat harga emas dunia masih akan kesulitan untuk menembus level US$1.250 per troy ons. Harga emas juga sebenarnya masih akan terombang-ambing oleh kepastian kenaikan suku bunga acuan The Fed itu sendiri,” ungkapnya.

Jika hitung-hitungan kenaikan suku bunga acuan hanya merupakan masalah waktu semata, maka sebenarnya harga emas dunia masih akan berpeluang turun di masa yang akan datang. Pihaknya memprediksi harga emas dunia akan terjun hingga ke kisaran level US$1.000 per troy ons. Terlebih nantinya jika harga minyak mentah dunia terus terpuruk. “Keterpurukan harga minyak dunia tersebut akan mengakibatkan keterpurukan yang tidak jauh berbeda terhadap kinerja harga emas. Sehingga saya merekomendasikan agar masyarakat lebih bijak untuk berinvestasi emas saat ini,” katanya.

Khusus untuk harga emas lokal, kemungkinan besar masih akan bertahan di atas level Rp500.000 per gram, karena bukan hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga emas global, namun juga dipengaruhi oleh pergerakan rupiah. “Jika rupiah terus mengalami pelemahan, harga emas masih akan tetap bertahan tinggi,” tandasnya. (medanbisnisdaily.com)(dk)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.