Seberapa Amankah Investasi Emas dan Perak?

Dalam dunia yang sempurna, investor bisa menghilangkan semua risiko dan membuat keputusan dengan kepastian yang mutlak. Namun, bukan dunia itulah tempat kita tinggal. Kenyataannya, meningkatnya globalisasi keuangan dunia kita bisa dibilang membuat investasi menjadi bisnis yang jauh lebih berisiko karena meningkatnya keterkaitan pasar beragam telah membantu membuat pasar ini lebih tidak stabil.

gold-silver-bars-300x184

Kita semua menginginkan tingkat pengembalian yang tinggi (keuntungan yang besar), namun pada saat yang tidak stabil (yaitu di tengah krisis zona euro, pertumbuhan China yang lebih lambat, harga minyak yang tertekan) yang paling kita khawatirkan adalah melindungi kekayaan kita. Meskipun, emas dan perak sering dianggap sebagai tempat penyimpanan yang aman, kami mendapati bahwa banyak penelitian terbaru membuat klaim ini dipertanyakan, dan beberapa menyarankan bahwa aset lainnya jauh lebih aman.

Investasi yang Lebih Aman: Pelindung Nilai (Hedging) dan Safe Haven

Investor sering menggunakan pelindung nilai (hedge) dan safe haven untuk membatasi eksposur mereka terhadap resiko yang tidak diinginkan. Pelindung nilai (hedge) pada umumnya dapat didefinisikan sebagai sekuritas yang tidak berhubungan atau berhubungan terbalik dengan aset lain secara rata-rata, sedangkan safe haven adalah aset yang tidak berhubungan atau berhubungan terbalik dengan aset lain dalam kasus tekanan pasar atau gejolak yang ekstrem. Dengan kata lain, hedging dapat membatasi kerugian seseorang dari memegang aset beresiko tertentu, sementara safe haven memungkinkan seseorang untuk membatasi kerugian seseorang pada saat sebagian besar aset lainnya kehilangan nilai.

Secara tradisional, logam mulia seperti emas dan perak telah dianggap sebagai pelindung nilai yang efektif terhadap inflasi dan juga safe haven pada saat krisis finansial atau politik. Tidak seperti mata uang fiat, nilainya bisa turun karena pengeluaran pemerintah yang berlebihan atau kebijakan moneter yang longgar, pasokan emas dan perak tidak dapat sembarangan ditingkatkan.

Selanjutnya, mata uang hanya sekuat pemerintah yang mengeluarkan dan mendukungnya. Untuk alasan ini, krisis politik dapat menyebabkan investor melepaskan saham mereka dari mata uang nasional dan beralih ke emas atau perak. Demikian juga, ketika aset lain kehilangan nilai dengan cepat dalam krisis keuangan, banyak investor yang akan beralih ke emas dan perak, dengan keyakinan bahwa logam mulia ini akan melindungi dan melindungi kekayaan mereka.

Emas dan Perak Mungkin Bukan yang Teraman dari Kelompok Logam Mulia

Meskipun kedua logam tersebut mungkin diinginkan untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan nilai, tidak seperti emas, perak dihargai terutama untuk penggunaan industrinya. Perbedaan fundamental permintaan ini mengindikasikan bahwa kedua logam tersebut dapat bereaksi berbeda di iklim ekonomi yang berbeda dan tidak boleh dianggap sebagai pengganti yang sempurna.

Satu studi menemukan bahwa meskipun volatilitas harga emas dipengaruhi oleh faktor moneter, seperti inflasi atau tingkat suku bunga, sedangkan perak tidak. Dan dengan demikian kedua logam tersebut harus dianggap sebagai aset yang berbeda.

Namun, penelitian lain berpendapat bahwa meskipun emas dan perak bertindak sebagai safe haven selama pasar obligasi dan ekuitas mengalami crash secara bersamaan, ada kalanya emas hanya bertindak safe haven dan di waktu lain perak lah yang bertindak sebagai safe haven.

Studi ketiga menunjukkan bahwa karena permintaan perak lebih banyak dipengaruhi oleh kegunaan industrinya, maka perak jauh lebih erat berhubungan dengan aktivitas pasar secara umum. Dengan kata lain, ketika ekonomi sedang booming, akan ada permintaan perak yang lebih besar daripada ketika ekonomi berada dalam keadaan resesi. Dengan demikian, berinvestasi di perak saat pasar sedang dalam masalah mungkin tidak seaman yang disarankan beberapa analis.

Akhirnya, ketika mempertimbangkan volatilitas kedua logam tersebut, kita menemukan bahwa emas adalah aset yang lebih aman karena perak lah yang lebih mudah berubah dari keduanya (emas dan perak). Namun, saat mempertimbangkan aset lainnya, emas belum tentu sebagai yang paling stabil. Beberapa menunjukkan bahwa tagihan Treasury memiliki kinerja yang lebih baik di bidang ini, sementara studi lain menemukan bahwa indeks volatilitas (VIX) kurang stabil daripada emas selama periode sampel dan oleh karena itu emas bertindak sebagai pelindung nilai (hedge) terhadap inflasi dan safe haven yang lebih baik.

Catatan Penting

Berlawanan dengan tradisi dan opini populer, emas dan perak mungkin bukan pelindung nilai (hedge) terbaik terhadap inflasi dan juga bukan safe haven yang paling aman. Dalam banyak hal, emas dan perak sama seperti aset lainnya: harga emas dan perak naik dan harga emas dan perak turun, dan mengetahui ke arah mana mereka akan bergerak di masa depan bergantung pada berbagai faktor.

Sekarang, harga emas dan harga perak berada di puncak tertingginya, dan tidak ada rumus sederhana yang akan memberi tahu ke arah mana yang akan mereka tuju. Terlalu sederhana untuk mengatakan bahwa emas atau perak akan selalu melindungi kekayaan seseorang dari inflasi atau bahwa emas dan perak akan selalu bertaruh dengan aman saat pasar menuju ke arah masalah. Ada pengaruh dan variabel lain yang mempengaruhi kinerja aset seperti emas dan perak, dan mungkin ada investasi lain yang jauh lebih aman di luar sana. Hal teraman yang bisa Anda lakukan adalah meluangkan waktu dan melakukan penelitian tentang aset-aset aman ini.


Share
This entry was posted in Arikel emas. Bookmark the permalink.