Akhir Tahun Lalu, Emas Perhiasan Kurang Bersinar

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor non-migas Indonesia pada Desember 2015 mencapai USD10.324,1 juta. Apabila dibandingkan dengan November 2015, penurunan non-migas tertinggi terdapat pada golongan perhiasan atau permata.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, Penurunan impor ini terjadi seiring dengan penurunan harga emas dunia sepanjang 2015.

“Pada sektor non-migas, golongan perhiasan atau permata mengalami penurunan tertinggi. Yaitu sebesar USD185,8 atau sebesar 62,54 persen,” ujar dia di kantornya, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Suryamin melanjutkan, selain perhiasan penurunan impor terbesar juga terdapat pada golongan bijih, kerak dan abu logam sebesar 79,74 persen menjadi USD 36,6 juta.

Selain itu, penurunan impor non-migas bahan kimia organik sebesar 21,63 persen menjadi USD 91,6 juta, kapal laut dan bangunan terapung sebesar 312,81 persen menjadi USD87,9, senjata dan amunisi sebesar 1.873,81 persen menjadi USD78,7 persen serta golongan besi dan baja sebesar 13,45 persen menjadi USD74,6 juta.

“Penurunan ini memang seiring dengan penurunan harga komoditas dunia. Sehingga berdampak terhadap nilai impor,” tandasnya. (economy.okezone.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.