Antam Bukukan Rugi Rp828 Miliar 2014, Terimbas Larangan Ekspor Bijih Nikel

Bareksa.com – Sepanjang tahun 2014, perusahaan milik negara PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan rugi bersih Rp828 miliar, membalikkan keuntungan bersih Rp410 miliar pada 2013. Kinerja negatif ini merupakan dampak pelarangan ekspor bahan mineral mentah oleh pemerintah sejak awal tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi hari ini 2 Maret 2015, penjualan Antam sepanjang 2014 turun 16,6 persen menjadi Rp9,4 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp11,3 triliun. Penurunan penjualan terbesar terjadi pada penjualan bijih nikel yang anjlok drastis menjadi Rp89 miliar dari Rp4 triliun di tahun sebelumnya. Padahal, pada 2013 penjualan bijih nikel menjadi kontributor kedua terbesar pendapatan Antam setelah emas.

Laba kotor anjlok 56,2 persen menjadi Rp708 miliar dari Rp1,6 triliun. Hal tersebut membuat margin kotor Antam turun menjadi 7,5 persen dari 14,3 persen. Melonjaknya beban keuangan hingga 118 persen dan kerugian entitas asosiasi hingga 104 persen membuat Antam menderita kerugian.

Dari sisi neraca, total aset yang dimiliki Antam per Desember 2014 meningkat menjadi Rp22 triliun dari Rp21,8 triliun karena adanya peningkatan pada aset tetap sebesar 29,3 persen.

Sedangkan dari sisi liabilitas, utang yang dimiliki Antam juga meningkat 11,9 persen menjadi Rp10,15 triliun yang disebabkan bertambahnya utang usaha sebesar 25 persen dan pinjaman investasi jangka panjang hingga 85 persen. Debt to equity ratio(DER) Antam pun meningkat menjadi 0,85 kali dari 0,71 kali.

sumber: bareksa.com

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.