Antam dan Newcrest Incar Tambang Emas Baru

Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) menandatangani heads of agreement (HoA) dengan perusahaan pertambangan emas asal Australia, Newcrest Mining Ltd. Kedua perusahaan akan mengidentifikasi peluang dan pengembangan potensi pertambangan emas dan eksplorasi mineral pengikutnya di Indonesia.

Direktur Pengembangan Antam Johan NB Nababan mengatakan, HoA identifikasi dan eksplorasi tambang emas ini memiliki periode waktu selama dua tahun. Antam dan Newcrest bakal mencari area tambang baru di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, Kepulauan Halmahera, dan Maluku.

“Tahap pertama, kami melakukan assessment dahulu ke daerah baru, biayanya masih kecil sekitar Rp 4-6 miliar. Setelah itu, masuk ke tahap eksplorasi dan mereka yang mendanai. Nilainya masih dihitung,” jelas Johan di Jakarta, Senin (16/11).

Johan menegaskan, pencarian tambang emas baru ini merupakan upaya perseroan untuk menggenjot produksi. Kerja sama Antam dan Newcrest akan mencakup kelayakan teknis, ekonomi, hukum, dan komersial atau peluang proyek dalam aliansi ekplorasi dan pengembangan pertambangan emas dan mineral pengikutnya.

Sebagai informasi, Newcrest merupakan salah satu perusahaan penambangan emas terbesar yang telah tercatat di Australian Stock Exchange sejak 1987.

Operasi tambang perseroan tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Cadia Valley Operations (New South Wales), Telfer (Pilbara Region, Western Australia), Gosowong (Halmahera Island, Indonesia), Lihir (New Ireland Province, Papua Nugini), Hidden Valley (Morobe Province, Papuan Nugini), dan Bonikro (Côte d’Ivoire, West Africa).

Sepanjang 2015, Newcrest menargetkan mampu memproduksi 2,4 juta ounce emas dan 97 ribu ton copper. Tahun depan, perseroan juga menargetkan bisa memproduksi 2,4 juta-2,6 juta ounce emas.

Sementara itu, Antam dan Newcrest telah menjalin kerja sama yang cukup panjang sebelumnya. Pada Desember 2012, Antam pernah mengakuisisi 7,5% saham milik Newcrest pada PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di tambang emas Gosowong, Maluku Utara. Ketika itu, nilai transaksinya US$ 160 juta.

Pada kesempatan sama, CEO Newcrest Sandeep Biswas mengatakan, selain memberikan keuntungan kepada kedua pihak, kerja sama ini juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap produksi emas di Indonesia. (beritasatu.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.