Berita Hari Ini : Harga Emas Dunia Melonjak Meski Banyak Konflik di Timur Tengah !

Smeaker.com – Harga emas dunia kembali melonjak dengan melemahnya nilai tukar dollar AS terhadap mata uang negara lain. Mengingat emas dan dollar biasanya bergerak berlawanan arah. Maka jika dollar melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dollar menjadi lebih murah bagi investor.

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Senin (4/1/2016) waktu setempat (Selasa pagi WIB), seiring melemahnya pasar saham AS dan ketegangan di Timur Tengah.

Selain melemahanya dollar, naiknya harga emas juga menadapat dukunan dari indeks Dow Jones Industrial Average AS yang turun 2,04 persen pada pukul 17.50 GMT di tengah ketidakstabilan ekonomi global.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari ditutup naik 15 dollar AS atau 1,41 persen, menjadi 1.075,20 dollar AS per ounce.

Para analis mengatakan jika ekuaitas AS mengalami kerugian, logam mulai biasanya naik lantaran para investor akan mencari tempat yang aman.

Namun meski demikian, menurut analis tren jangka panjang untuk harga emas tetap sangat bearish (turun), karena The Fed menaikkan suku bunganya pada Desember.

Harga Emas

Setelah itu ada juga dukungan dari ketegangan yang tengah terjadi di Timur Tengah yang juga menjadi pemicu semakin menigkatnya perburuan logam mulia yang dinilai sebagai aset “safe haven”, karena Arab Saudi telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran.

Arab Saudi, negara Islam dengan mayoritas Sunni, telah memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran yang beraliran Syiah. Hal ini dilakukan setelah para demonstran di Teheran mengobrak-abrik kedutaan Saudi menyusul eksekusi Nimr al-Nimr.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan diplomat Iran memiliki waktu selama 48 jam untuk meninggalkan negara tersebut. Kemudian, petinggi Iran memperingatkan Arab Saudi bahwa atas tindakannya tersebut, mereka akan menghadapi konsekuensi.

Khawatir terjadi pergolakan lebih lanjut di Timur Tengah, Amerika Serikat mendesak para pemimpin regional mencoba meredakan ketegangan tersebut.

Sementara itu, bursa saham China jatuh sehingga memicu penghentian sementara perdagangan juga mempengaruhi pasar. Data manufaktur China merosot telah menambah kekhawatiran terhadap ekonomi global.

Data manufaktur China turun menjadi 48,2 pada Desember 2015 dari posisi November di level 48,6. Angka di bawah 50 ini menunjukkan kontraksi ekonomi.

Sisi lain data manufaktur AS juga suram dengan indeks manufaktur turun menjadi 48,2 persen pada Desember 2015.

Tren harga emas masih tertekan bila level resistance dapat ditembus di US$ 1.080 secara teknikal. Selain harga emas dan perak tertekan, harga tembaga juga melemah 2,6 persen menjadi US$ 2,0795 per pon. Harga tembaga tertekan ini juga kena imbas dari data manufaktur China melemah. (smeaker.com)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.