Cemas Stimulus Fed Disetop, Emas Melemah

VIVAnews – Harga emas dunia jatuh sekitar satu persen pada penutupan perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat.

Sebab, dikutip dari laman Reuters, Rabu 18 Desember 2013, investor menumpahkan sejumlah taruhannya pada ekspektasi bahwa Federal Reserve AS mungkin akan memangkas stimulus ekonomi dalam waktu dekat.
Data ekonomi mengenai indeks harga konsumen Amerika Serikat November juga membuat emas tertekan.
Namun, menurut analis logam mulia TD Securities, kurangnya tekanan inflasi pada ekonomi mungkin tidak akan menghentikan Fed dari program berkalanya dalam membeli obligasi.
“Prospek penghentian langsung program stimulus tampaknya berkurang untuk saat ini. Namun, tampaknya hanya tak terelakkan bahwa Fed akan bertindak cepat nantinya, dan investor jangka panjang masih memandang itu untuk mengurangi eksposur mereka terhadap emas ” kata dia.
Emas di pasar spot turun 0,9 persen pada posisi US$1.228,54 per ounce.
Emas di bursa berjangka AS Comex untuk pengiriman Februari juga turun US$14,30 per ounce menjadi US$1.230,10, dengan volume perdagangan 25 persen lebih rendah dari rata-rata 30 hari transaksi.
Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan bahwa harga emas batangan pada transaksi hari ini turun.
Harga emas batangan Antam dijual Rp529.000 untuk ukuran 1 gram, melemah Rp1.000 dari transaksi sebelumnya, Selasa 17 Desember 2013, sebesar Rp530.000.
Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.500.000, ukuran 10 gram Rp4.950.000, ukuran 25 gram Rp12.300.000, ukuran 50 gram Rp24.550.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp49.050.000.
Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp122.500.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp244.800.000.
Harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga melemah, karena dipatok pada level Rp469.000 per gram, dari transaksi sebelumnya Rp470.000 (Viva.co.id)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.