Data China negatif, pesona emas kian berkilau

SINGAPURA. Emas kembali berkilau setelah terjadi kontraksi lanjutan pada indeks manufaktur China, Senin (1/2).

Mengutip data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran segera naik sebesar 0,4% menjadi US$ 1.122,40 per troy ounce. Pada pukul 11.47 waktu Singapura, harga kontrak yang sama diperdagangkan di level US$ 1.122,08 per troy ounce.

Emas kembali menjadi incaran investor setelah indeks manufaktur China kembali mengalami kontraksi untuk enam bulan beruntun. Kondisi ini mendorong tingginya permintaan aset-aset haven.

Seperti yang diketahui, indeks manufacturing purchasing manager’s index (PMI) bulan Januari berada di level 49,4. Angka ini lebih rendah dari konsensus analis yang disurvei Reuters dengan estimasi 49,6. Selain itu, angka PMI Januari juga lebih rendah dari pencapaian Desember yang berada di level 49,7.

Jika dilihat, PMI bulan lalu merupakan hasil terendah sejak 2012 lalu dan menandai kontraksi yang sudah berlangsung selama enam bulan berturut-turut.

Meski demikian, data PMI resmi pemerintah ini lebih baik dari data PMI permulaan yang dikeluarkan Caixin and Markit. Berdasarkan survei Caixin, indeks PMI Januari berada di level 48,4, lebih tinggi dari pencapaian Desember yang berada di level 48,2.

“Fakta bahwa data manufaktur China lebih rendah dari ekspektasi semakin membuat emas semakin berkilau,” jelas David Lennox, analyst Fat Prophets.

Catatan saja, emas berhasil reli di sepanjang tahun ini akibat dari aksi jual besar-besaran pasar saham global. (investasi.kontan.co.id)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.