Data inflasi AS menyokong harga si kuning

SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam satu pekan terakhir, Kamis (17/9). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 07.58 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran segera tak banyak berubah di posisi US$ 1.119,97 per troy ounce.

Pada Rabu (16/9) kemarin, harga emas naik sebesar 1,7%. Ini merupakan kenaikan harian terbesar sejak 20 Agustus lalu di mana harga si kuning menyentuh level US$ 1.124,32 per troy ounce.

Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh data indeks harga konsumen AS yang menurun. Kondisi ini meredakan kecemasan bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya pada pekan ini.

Asal tahu saja, pada Agustus, indeks harga konsumen AS turun 0,1%. Ini merupakan penurunan pertama sejak Januari lalu. Di sisi lain, emas merupakan alat investasi untuk lindung nilai saat terjadinya inflasi. Namun, saat ini, harga emas diuntungkan dari adanya keraguan pelaku pasar mengenai seberapa cepat inflasi akan kembali mencapai target yang ditetapkan the Fed, yakni 2%.

“Data inflasi yang lebih rendah meredakan kecemasan bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada pekan ini. Hal inilah yang menyokong pergerakan harga emas,” jelas analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd, termasuk Daniel Hynes.

sumber: kontan.co.id

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.