Data Ritel AS Benamkan Harga Emas

Jakarta – Hingga siang ini, harga emas melemah sebesar US$18 per troy ounce seiring peralihan pasar pada aset-aset berisiko. Bagusnya data penjualan ritel AS jadi pemicunya.

Berdasarkan data yang dilansir Cnbc.com, pada perdagangan Selasa (15/4/2014) hingga pukul 14.43 WIB, harga emas internasional ditransaksikan anjlok sebesar US$18 (1,36%) ke posisi US$1.309,5 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas terkoreksi berkat penguatan dolar AS. “Kondisi itu didukung oleh data Penjualan Ritel AS yang lebih bagus dari prediksi pasar, 1,1% dibandingkan 0,8%,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Koreksi ini, lanjut dia, memberi ruang pelemahan ke support selanjutnya di kisaran US$1.313 per troy ounce. “Pelemahan lanjutan ke area US$1.300-1.307 berpotensi terjadi setelah kisaran support US$1.313 berhasil ditembus ke bawah,” ujarnya.

Ariston menggarisbawahi, selama kisaran support ini mampu bertahan dan berhasil menembus kisaran resisten US$1.325 per troy ounce, harga masih berpeluang kembali lagi ke area US$1.330 per troy ounce,” tuturnya.

Data yang bisa menjadi market mover hari ini adalah data CPI AS dan pidato Gubernur The Fed Janet Yellen di Konferensi Pasar Keuangan yang diselenggarakan Bank Sentral AS wilayah Atlanta. “Data CPI AS yang lebih rendah dari prediksi bisa menekan dolar AS dan mengangkat harga emas,” tuturnya.

Demikian pula bila Yellen kembali menegaskan perlunya kebijakan moneter yang longgar atau akomodatif, dolar AS bisa melemah dan harga emas bisa terangkat lagi.

(sumber: Inilah)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.