Dolar Melemah Bikin Harga Emas Kembali Berkilau

Liputan6.com, New York – Harga emas meningkat pada Jumat (13/2/2015) ini, mengangkat dari posisi terendahnya dalam lima minggu seiring pelemahan dolar serta keputusan mengejutkan Swedia untuk meluncurkan stimulus moneter dan ketidakpastian atas utang Yunani.

Harga emas di pasar spot emas turun ke level terendah sejak 9 Januari menjadi US$ 1.216,45 per ounce sebelum kembali naik 0,2 persen ke US$ 1.221,56 per ounce, melansir laman Reuters. Sedangkan emas untuk pengiriman April ditutup naik US$ 1,10 menjadi US$ 1.220,70 per ounce.

“Satu-satunya hal yang mendorong emas sedikit adalah dolar yang lebih rendah setelah laporan media yang BoJ dan juga tindakan agresif moneter Riksbank,” kata analis ABN Amro Georgette Boele.

Swedia Riksbank secara tak terduga memotong suku bunga repo utamanya ke wilayah negatif dan mengatakan segera  membeli obligasi senilai 10 miliar crown Swedia, menangkap investor lengah dan mendorong posisi ke tempat yang aman.

Emas kehilangan 1,2 persen sebelumnya ketika dolar mencapai puncak tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama.

Greenback turun 1,4 persen terhadap yen pada hari Kamis berdasarkan laporan sebuah laporan media bahwa Bank of Japan melihat stimulus moneter lebih lanjut sebagai kontra-produktif. Indeks dolar turun 0,9 persen, setelah pengangguran AS mingguan diklaim lebih lemah dari perkiraan.

“Ada banyak ketidakpastian tentang situasi geopolitik dan ekonomi makro dan emas terus bereaksi terhadap pembangunan tapi selama Federal Reserve tetap di jalur untuk pengetatan, tren yang mendasarinya adalah ke bawah,” kata analis Macquarie Matthew Turner.

Emas biasanya dilihat sebagai asuransi terhadap risiko, dengan permintaan biasanya meningkat pada saat ketidakpastian keuangan dan politik.  (Sumber: Liputan6)

(Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.