Dolar Menguat Bikin Emas Tergelincir

Liputan6.com, Jakarta – Emas berjangka berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis, karena investor menjadi lebih waspada menjelang pertemuan Federal Reserve AS pekan depan.

Emas untuk pengiriman Februari GCG6 -0,51 persen menumpahkan US$ 4,50, atau 0,4 persen, untuk menetap di level US$ 1.072 per ounce. Harga sedikit lebih tinggi selama dua sesi perdagangan terakhir. Sejauh bulan ini, logam mulia kini telah melihat jumlah yang sama mau naik atau turun.

“Permainan emas sangat rumit, karena tidak sepenuhnya tergantung pada elemen ini bahwa jika Fed akan meningkatkan tingkat bunga,” kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di AvaTrade seperti dilansir dari Marketwatch, Jumat (11/12/2015).

“Dolar akan menjadi lebih kuat dan logam kuning ini akan bergerak lebih rendah,” imbuhnya

Emas sering perdagangan berlawanan arah dolar, karena dolar yang kuat menimbulkan biaya lebih untuk membeli logam bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Pelaku pasar mengatakan harga emas telah terangkat di sesi terakhir oleh kelemahan terbaru dalam DXY dolar, + 0,53% dibandingkan dengan EURUSD euro, + 0,0183% Euro naik setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi kecewa terhadap pasar Kamis lalu ketika ia gagal untuk menyampaikan paket stimulus lebih dari yang diharapkan pasar.

Namun, harapan bahwa Fed akan memutuskan untuk menaikkan suku bunga pada akhir pertemuan Rabu ini telah berkembang, menjaga sentimen emas.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya penyimpanan komoditas, dan membuat mereka kurang menarik bagi investor yang mencari hasil yang lebih baik di seluruh aset. Tarif yang lebih tinggi juga dapat meningkatkan dolar, yang akan membuat emas dalam mata uang dolar kurang menarik. (bisnis.liputan6.com)(dk)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.