Dolar AS Tumbang, Harga Emas Terus Menguat

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas masih bergerak menguat seiring dengan pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Harga sempat mendekati kisaran US$ 1.200 per ounce. Data Durable Goods Orders AS pada bulan Februari yang dirilis semalam menambah tekanan pada dolar AS.

Data menunjukkan penurunan pesanan barang tahan lama sebesar 1,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan dolar AS sebelumnya juga dipicu oleh pernyataan Bank Sentral AS usai rapat moneter pekan lalu yang mengindikasikan penundaan kenaikan suku bunga acuan.

“Harga saat ini berada di kisaran US$ 1.199 per ounce dan masih memiliki potensi penguatan,” kata Head Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra dalam ulasannya, Kamis (26/3/2015).

Ariston menuturkan, penguatan lanjutan membutuhkan konfirmasi penembusan ke atas level US$ 1.200 dengan potensi target ke area US$ 1.205-US$ 1.207 per ounce. Sementara support terdekat di kisaran US$ 1.193 per ounce. Pergerakan di bawahsupport ini membuka potensi  pelemahan mendekati area US$ 1.185 per ounce.

“Hari ini data Weekly Initial Jobless Claims AS bisa menjadi penggerak pasar (market mover),” ungkap Ariston.

Harga emas pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) ditutup dengan membukukan reli terpanjang sejak Agustus 2012. Reli tersebut dipengaruhi sentimen dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang masih akan menahan suku bunga di level rendah untuk waktu yang lebih lama.

Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan setiap hari sejak para pembuat kebijakan di Bank Sentral AS memangkas proyeksi mereka mengenai pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Dengan pemangkasan tersebut, kemungkinan besar kenaikan suku bunga acuan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan yang merupakan tanda bahwa pelonggaran stimulus moneter telah dihentikan jika data-data ekonomi seperti angka pengangguran dan juga inflasi sudah sesuai dengan target yang mereka tentukan.

Harga emas untuk pengiriman segera naik 0,2 persen sehingga menetap di level US$ 1.195,47 per ounce di New York, AS. Menurut data Bloomberg, harga logam mulia ini sempat mencapai level US$ 1.199,81, merupakan level tertinggi sejak 6 Maret lain dan naik 4 persen dalam enam sesi perdagangan. Harga emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,5 persen sehingga menetap di level US$ 1.198  per ounce di Comex New York, AS.

sumber: liputan6.com

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.