Dollar AS Kena Aksi Ambil Untung, Emas Dunia Menguat

CHICAGO, KOMPAS.com –Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit menguat pada Senin (9/11/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB), karena dollar AS melemah akibat aksi ambil untung setelah reli di sesi sebelumnya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 0,4 dollar AS, atau 0,04 persen, menjadi 1.088,10 dollar AS per ounce.

Logam mulia naik sedikit setelah indeks dollar AS turun 0,3 menjadi 98,94 pada pukul 17.15 GMT. emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah, sehingga dollar AS yang kuat akan mengurangi daya tarik emas yang dihargakan dalam mata uang AS.

Namun, tekanan dari kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS yang banyak diantisipasi menempatkan ganjalan untuk kenaikan lebih lanjut pada emas.

Alat Fedwatch CMEGroup mengindikasikan peluang 68 persen untuk kenaikan suku bunga 0,5 persen selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Desember.

Probabilitas ini, sebut analis, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, yang berkisar dari sekitar 20 hingga 30 persen.

Sebuah kenaikan suku bunga adalah bearish (tren turun) untuk emas karena akan mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan tingkat imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Sementara itu, perak untuk pengiriman Desember turun 27,8 sen, atau 1,89 persen, menjadi  14,413 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 25,6 dolar AS, atau 2,72 persen, ke posisi 914,40 dollar AS per ounce. (bisniskeuangan.kompas.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.