Ekonomi China Melambat, Harga Emas Tiarap

INILAHCOM, Jakarta – Hingga siang ini, harga emas melemah sebesar US$3,3 per troy ons seiring pelambatan ekonomi China. Bagaimana arah berikutnya?

Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Senin (22/9/2014) hingga pukul 13.21 WIB, harga emas internasional ditransaksikan melemah sebesar US$3,30 (0,27%) ke level US$1.213,30 per troy ons.

Ariston Tjendra, kepala riset PT Monex Investindo Future mengatakan, harga emas tadi pagi sudah tertekan turun ke area US$1.207 per troy ons. “Pelemahan harga emas ini kemungkinan karena isu pelambatan ekonomi di China dan penguatan dolar AS,” katanya kepadaINILAHCOM di Jakarta, Senin (22/9/2014).

Pelambatan ekonomi China, lanjut dia, bisa berujung pada penurunan permintaan emas ke depannya. “Harga emas kini berada di kisaran US$1.213. Tekanan turun masih membayangi pergerakan harga emas ini meskipun saat ini harga sedang berupaya rebound dari level terendahnya,” papar dia.

Harga emas, menurut dia, masih terlihat tertekan selama berada di bawah kisaran US$1.216-1.217 per troy ons. “Pergerakan di bawah US$1.212 berpotensi membawa harga melemah kembali ke area US$1.207. Support berikutnya di kisaran US$1.200 per troy ons,” ungkap dia.

Sementara itu, pergerakan di atas US$1.216-1.217, harga emas berpotensi membawanya menguat ke area US$1.220-1.222 per troy ons.

Data atau peristiwa yang bisa menjadi market mover hari ini adalah testimoni Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB), data Penjualan Rumah Second AS dan Pidato pejabat Bank Sentral AS, William Dudley.

“Ketiga event ini berhubungan dengan pergerakan nilai tukar dolar AS yang bisa mempengaruhi harga emas,” imbuhnya. (dk)(inilah.com)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.