Emas Berjangka akan Bentuk Tren Harga Baru

INILAHCOM, Jakarta – Secara teknis, harga emas telah berhasil rebound setelah mengalami penurunan tajam selama dua pekan lalu.

Saat ini belum ada pola teknikal yang terbentuk dalam grafik harga yang emas saat ini. “Sementara memasuki sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran US$1.261,00-US$1.245,00,” kata analis komoditas, Ghinie An, Selasa (10/6/2014).

Pada pola sebelumnya harga emas memang sempat membentuk pola triangle dengan harga bergerak mengerucut. Namun pola tersebut telah mengalami penembusan support dan berhasil mencapai target dari pola yang terjadi.

Indikasi rebound dan pembentukkan tren baru pada harga kemungkinan besar akan terjadi. Dengan potensi penguatan harga berpotensi akan di kisaran angka US$1.268,00. Dengan level support emas yang perlu menjadi perhati adalah US$1.237,90.

Berikut ulasan lebih lengkap:

Fundamental Analis
Selama sesi perdagangan Senin (9/6/2014) pasar bergerak flat, menyusul tidak adanya data dan berita yang dirilis kemarin. Dipasar Asia, pasar hanya diwarnai dengan sentiment berita Neraca Perdagangan China di akhir pekan kemarin dan data NFP AS pada Jum’at (6/6).

Pasar diperdagangan sangat tenang juga setelah banyak investor menunggu hasil pertemuan Vladimir Putin dan Petro Poroshenko yang telah dilangsungkan sejak Jum’at. Sayangnya dalam berita terbaru yang dirilis pagi ini, pertemuan tersebut masih belum menghasilkan kesepakatan dan direncanakan untuk melanjutkan pertemuan hingga besok atau Rabu (11/6).

Dalam pekan lalu, Non-Farm Payrolls AS dirilis lebih rendah pada angka 217.000 selama periode Mei dari 282.000 pada April lalu. Data dirilsi lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 215.000. Sementara tingkat pengangguran AS tidak berubah dari periode bulan sebelumnya pada 6.3% lebih baik dari perkiraan pasar yang melihat tingkat pengangguran AS akan naik pada level 6.4% pada periode bulan Mei.

Sementara itu, di pasar Asia Data neraca perdagangan China yang secara tak terduga mencatatkan surplus perdagangan yang sangat kuat. eraca Perdagangan China dirilis naik pada angka 35.92 miliar dari 18.45 miliar. Angka tersebut juga dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar pada 22.60 miliar.

Pasar emas diperdagangkan flat, bergerak dalam volatilitas pasar kurang dari $10 selama sesi perdagangan Senin (9/6) berlangsung. Pasar yang juga menunnggu hasil pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Petro Poroshenko nampak tegang dan tidak bergerak.

Harga Emas berjangka kontrak Agustus, sebagai kontrak teraktif saat ini menyelesaikan sesi perdagangan Senin (9/6) dengan keuntungan sebesar $1.40 atau 0.1% berakhir pada $1,253.90 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan terakhir harga emas berjangka kontrak Agustus mencatatkan keuntungan sebesar $6.50 atau 0.52%.

Dipasar spot harga emas ditutup dengan kerugian sebesar 30 sen atau 0.01% berakhir pada $1,252.30, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,256.90 dan serendah $1,251.35. Dala sepekan lalu, harga emas spot mencatatkan keuntungan sebesar $1.90 atau 0.15%.

Fundamental Analis
Selama sesi perdagangan Senin (9/6/2014) pasar bergerak flat. Hal ini, menyusul tidak adanya data dan berita yang rilis kemarin. Di pasar Asia, pasar hanya merespon sentimen berita Neraca Perdagangan China di akhir pekan kemarin dan data NFP AS pada Jum’at (6/6/2014).

Pasar berlangsung sangat tenang. Investor banyak menunggu hasil pertemuan Vladimir Putin dan Petro Poroshenko yang telah dilangsungkan sejak Jum’at. Sayangnya dalam berita terbaru yang dirilis pagi ini, pertemuan tersebut masih belum menghasilkan kesepakatan dan direncanakan untuk melanjutkan pertemuan hingga besok atau Rabu (11/6).

Dalam pekan lalu, Non-Farm Payrolls AS dirilis lebih rendah pada angka 217.000 selama periode Mei dari 282.000 pada April lalu. Data dirilsi lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 215.000. Sementara tingkat pengangguran AS tidak berubah dari periode bulan sebelumnya pada 6.3% lebih baik dari perkiraan pasar yang melihat tingkat pengangguran AS akan naik pada level 6.4% pada periode bulan Mei.

Sementara itu, di pasar Asia Data neraca perdagangan China yang secara tak terduga mencatatkan surplus perdagangan yang sangat kuat. Neraca Perdagangan China dirilis naik pada angka US$35,92 miliar dari US$18,45 miliar. Angka tersebut juga dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar pada US$22,60 miliar. (sumber: inilah.com)

(Pr)


Share
This entry was posted in Berita Emas and tagged , , . Bookmark the permalink.