Emas Berjangka Naik Seiring Kebuntuan di Ukraina

┬áNew York – Emas berjangka pada Sabtu (22/3/2014) menguat 0,4% ke US$1.336 per toy ons dan turun 3,4 persen untuk pekan ini.

Untuk ems spot naik 0,5% ke US$1.335 setelah jatuh ke US$1.320,24 per ons sebagai level terendah sejak Februari lalu. Dengan melemahnya suku bunga sehingga mengurangi kesempatan investor untuk memegang aset selain logam mulia. Hal ini telah memicu logam mulia ke level tertinggi dalam beberapa tahun.

Emas menguat tipis karena mencerna rencana The Fed akan menaikkan suku bunga pada semester pertama tahun 2015. Emas sudah menyentuh level tertinggi pada Senin lalu ke US$1.391,76 per troy ons dengan krisis di Ukraina dan kekhawatiran terhadap ekonomi Tiongkok. Saat itu investor mengalihkan dananya ke aset safe haven.

Uni Eropa dan Ukraina mencapai kebuntuan tentang sanksi ekonomi. Sementara Presiden Barack Obama Kamis menyetujui kemungkinan sanksi untuk sektor jasa keuangan Rusia, pertahanan dan sektor energi.

Sedangkan Presiden Rusia, Putin menandatangani bergabungnya semenanjung Crimea. Warga Crimea 95,5 persen memilih bergabung dengan Ruia. Putin melarang pejabat AS dan sekutunya untuk mencegah bergabungnya Crimea.

Dolar AS jatuh dan imbal hasil Treasury AS untuk 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 2,744 persen. Minyak mentah AS untuk pengiriman Mei naik 56 sen menjadi US$99,46 pe barel.

Bursa saham AS melemah pada Sabtu (22/3/2014) dini hari tadi. Krisis Ukraina mencuat lagi mengkhawatirkan investor. Indeks Dow Jones turun 0,2% ke Rp16.302,77. Indeks S&P turun 0,3% ke 1.866,52. Untuk indeks Nasdaq melemah 1 persen ke 4.276,79. Untuk pekan ini Dow naik 1,5 persen, indeks S&P naik 1,4% dan indeks Nasdaq naik 0,7%.

(sumber: Inilah)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.