Emas Global dalam Tren Melemah, Emas Antam Turun Lagi

JAKARTA – Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini turun lagi Rp3.000/gram dan beli kembali (buyback) susut Rp2.000/gram. Adapun emas global masih berada dalam tren pelemahan.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (23/10/2015), harga jual emas Antam turun menjadi Rp560.000/gram dari sebelumnya Rp563.000/gram. Sementara harga buyback emas Antam menjadi Rp504.000/gram dari sebelumnya Rp502.000/gram.

Adapun, emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.080.000, dengan harga per gram Rp540.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.602.000 dengan harga Rp534.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.124.000 dengan harga per gram Rp531.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.655.000 dengan harga per gram Rp531.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.260.000, dengan harga per gram Rp526.000.

Harga emas 25 gram Rp13.075.000 dengan harga per gram Rp523.000. Harga emas ukuran ini sudah habis terjual.

Harga emas 50 gram sebesar Rp26.100.000, dengan harga per gram Rp522.000. Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp52.150.000, dengan harga per gram Rp521.500.

Harga emas 250 gram mencapai Rp130.250.000, dengan harga per gram Rp521.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp260.300.000, dengan harga per gram Rp520.600.

Sementara emas global melayang mendekati level terendah lebih dari sepekan pada hari ini karena menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) dan mendorong harapan naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS) pada tahun ini.

Dikutip dari Reuters, emas di pasar spot stabil di USD1.165,06/ons. Sementara harga emas pada sesi sebelumnya di USD1.162,50, terendah sejak 13 Oktober 2015.

Sepanjang pekan ini, logam mulia telah turun sekitar 1%, penurunan paling tajam dalam enam pekan dan setelah membukukan kenaikan dalam dua pekan. Emas berjangka AS turun 1,5% sepekan ini, kerugian terbesar sejak pekan yang berakhir 11 September 2015.

Sementara USD yang didukung oleh data dan tergeincirnya euro  setelah Bank Sentral Eropa (ECB) membuka peluang untuk melakukan pelonggaran kuantitatif lebih lanjut tahun ini. Menguatnya USD membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. (ekbis.sindonews.com)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.