Emas Global Melemah, Harga Emas Antam Naik

JAKARTA – Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini naik Rp3.000/gram dan beli kembali (buyback) menguat Rp4.000/gram. Sementara emas global masih melanjutkan pelemahan.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Sabtu (19/10/2015), harga jual emas Antam menjadi Rp566.000/gram dari sebelumnya Rp563.000/gram. Sementara harga buyback emas Antam menjadi Rp504.000/gram dari sebelumnya Rp500.000/gram.

Adapun, emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.092.000, dengan harga per gram Rp546.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.620.000 dengan harga Rp540.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.148.000 dengan harga per gram Rp537.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.685.000 dengan harga per gram Rp537.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.320.000, dengan harga per gram Rp532.000.

Harga emas 25 gram Rp13.225.000 dengan harga per gram Rp529.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp26.400.000, dengan harga per gram Rp528.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp52.750.000, dengan harga per gram Rp527.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp131.750.000, dengan harga per gram Rp527.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp263.300.000, dengan harga per gram Rp526.600

Sementara harga emas global berada di bawah level tertinggi 3,5 bulan pada hari ini karena variatifnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) AS menambah ketidakpastian apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot stabil di USD1.176,11/ons papgi ini, setelah melemah 0,5% pada Jumat lalu karena menguatnya dolar AS (USD).

Logam mulia berada di bawah tekanan pada hari Jumat setelah data menunjukkan Sentimen konsumen AS rebound kuat pada awal Oktober, menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi tetap di jalurnya meskipun dipengaruhi kuatnya USD dan lemahnya permintaan global.

Data inflasi pada Kamis telah membantu USD menjauh dari level terendah tujuh pekan karena menghidupkan kembali harapan The Fed bisa menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade pada Desember. Sementara produksi manufaktur tergelincir 0,2% karena jumlah rig minyak di AS.

Sebelum jatuh pada akhir pekan lalu, emas telah reli ke level tertinggi 3,5 bulan di USD1.190,63 karena investor bertaruh Fed terpaksa menunda kenaikan suku bunga menjadi tahun depan karena lesunya ekonomi AS sejalan dengan melemahnya ekonomi global. (ekbis.sindonews.com)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.