Emas Global Naik Dipicu Pelemahan Bursa AS dan Konflik Arab-Iran

Chicago– Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange pada perdagangan Senin malam waktu Amerika Serikat (AS) atau Selasa pagi WIB (5/1) ditutup naik karena bursa saham AS turun dan sentimen ketegangan di Timur Tengah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$ 15 (1,41 persen) menjadi US$ 1.075,20 per ounce.

Emas mendapat dukungan karena indeks Dow Jones Industrial Average AS turun di tengah ketidakstabilan ekonomi global. Para analis mencatat bahwa ketika pasar ekuitas AS mencatat kerugian, maka logam mulia akan naik, karena investor mencari portofolio yang aman.

Ketegangan di Timur Tengah juga memicu perburuan logam mulia yang dinilai sebagai aset safe haven karena Arab Saudi telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah menyerukan semua pihak di wilayah Timur Tengah untuk menahan diri. Dia menyatakan seluruh pihak harus mencari solusi atas perbedaan melalui dialog dan komunikasi.

Logam mulia juga mendapat dukungan dari laporan Institute for Supply Management (ISM) Senin yang menunjukkan indeks manufaktur melemah ke 48,2 atau lebih buruk dari yang diperkirakan. Analis mencatat bahwa ini adalah angka terburuk sejak Juli 2009.

Meskipun ekuitas AS turun, Indeks Dolar AS naik 0,2 persen menjadi 98,90 pada 17:55 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para analis memperkirakan bahwa tren jangka panjang emas tetap melemah (bearish) karena The Fed mulai menaikan suku bunga pertamanya pada Desember. (beritasatu.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.