Emas Global Tergelincir Defisit Neraca Dagang China

SINGAPURA – Harga emas global beringsut lebih rendah untuk sesi kedua pada hari Senin ini, setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat mengurangi kekhawatiran perlambatan ekonomi. Akibatnya, emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven.

Melansir Reuters, Senin (10/4/2014), emas jenis Spot turun USD3,49 atau 0,3 persen menjadi USD1.336,36 per troy ons. Sementara emas berjangka AS, Comex Gold, turun USD1,5 atau 0,11 persen menjadi USD1.336,7 per troy ons.

Sementara palladium memanfaatkan penurunan emas global untuk menguat, dan mendekati level tertinggi dalam setahun, didorong oleh kekhawatiran kendala pasokan dari ketegangan geopolitik di Rusia dan pemogokan tambang di produsen terbesar kedua Afrika Selatan.

Data pada hari Jumat menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan AS mengalami pertumbuhan tajam pada Februari, meskipun cuaca dingin yang mencengkeram sebagian besar daerah. Penguatan ini akan membuat the Federal Reserve tetap melakukan pemangkasan stimulus moneter.

Ekspor China secara tak terduga jatuh pada Februari, membuat neraca perdagangannya menjadi defisit, dan menambah kekhawatiran perlambatan dalam perekonomian terbesar kedua di dunia, meskipun liburan Tahun Baru Imlek dijadikan kambing hitam.

SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia dengan jaminan dana yang diperdagangkan di bursa, mengatakan kepemilikannya naik 1,50 ton menjadi 805,20 ton pada hari Jumat.

Hedge fund dan manajer investasi mengangkat taruhan bullish mereka dalam emas berjangka karena ketegangan geopolitik mendorong minat spekulatif emas dalam lebih dari satu tahun.

Sumber: Okezone.com

(DK)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.