Emas Global Terkoreksi, Harga Jual Emas Antam Tetap

JAKARTA – Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini tetap, sedangkan beli kembali (buyback) naik Rp2.000/gram. Harga itu di tengah terkoreksinya harga emas global.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Senin (28/9/2015), harga jual emas Antam tetap di Rp586.000/gram. Harga buyback emas menjadi Rp510.000/gram dari Rp508.000/USD.

Adapun, emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.132.000, dengan harga per gram Rp566.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.680.000 dengan harga Rp560.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.228.000 dengan harga per gram Rp557.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.785.000 dengan harga per gram Rp557.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.520.000, dengan harga per gram Rp552.000.

Harga emas 25 gram Rp13.725.000 dengan harga per gram Rp549.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp27.400.000, dengan harga per gram Rp548.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp53.750.000, dengan harga per gram Rp547.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp136.750.000, dengan harga per gram Rp547.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp273.300.000, dengan harga per gram Rp546.600.

Sementara emas global turun pada hari Senin, berjuang untuk pulih dari koreksi sebelumnya karena investor khawatir atas waktu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi USD1.146,70/ons pada pagi ini. Logam mulia telah turun 0,7% pada Jumat setelah Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral AS akan mulai menaikkan suku bunga tahun ini.

Data pada Jumat waktu setempat menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) AS naik 3,9% pada kuartal II, naik dari sebelumnya 3,7%.

Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust naik 0,57% ke 684,14 ton pada Jumat. Di antara logam mulia lainnya, platinum mantap pada hari ini, setelah membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Juli pada akhir pekan lalu.

Platinum telah jatuh ke level terendah 6,5 tahun pada pekan lalu karena  kekhawatiran terhadap skandal emisi Volkswagen bisa mengurangi permintaan mobil diesel. (ekbis.sindonews.com)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.