Emas Global Turun, Harga Emas Antam Tetap Anteng

JAKARTA – Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini bertahan, namun beli kembali (buyback) turun Rp6.000/gram setelah kemarin naik Rp5.000/gram. Harga itu di tengah menurunnya harga emas global.

Dilansir dari situs Logammulia, Rabu (18/11/2015), harga jual emas Antam tetap pada Rp549.000/gram dan buyback emas Antam menjadi Rp471.000/gram, dari sebelumnya sebesar Rp477.000/gram.

Adapun, emas ukuran 2 gram dibanderol Rp1.058.000, dengan harga per gram Rp529.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.569.000 dengan harga Rp523.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.080.000 dengan harga per gram Rp520.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.600.000 dengan harga per gram Rp520.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.150.000, dengan harga per gram Rp515.000.

Harga emas 25 gram Rp12.800.000 dengan harga per gram Rp512.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.550.000, dengan harga per gram Rp511.000. Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp51.050.000, dengan harga per gram Rp510.500.

Harga emas 250 gram mencapai Rp127.500.000, dengan harga per gram Rp510.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp254.800.000, dengan harga per gram Rp509.600.

Sementara, harga emas global turun 1% ke harga terendah dalam hampir enam tahun, tertekan oleh ekspektasi bahwa Amerika Serikat akan menaikkan suku bunga pada Desember, dan dolar naik serta saham rebound dari kerugian yang diderita setelah serangan Jumat di Paris.

Seperti dikutip dari Reuters, emas di pasar spot turun 1% menjadi 1.071,96/ons pada pukul 3:19 EST, setelah jatuh ke USD1.065,18, terendah sejak Februari 2010.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 1,4% menjadi pada USD1,068.60. “Euro defensif, pasar ekuitas telah melakukan apa-apa dan (ada) ekspektasi kenaikan suku bunga,” kata James Steel, analis logam Kepala HSBC Securities di New York.

Harga emas telah jatuh selama 14 dari 15 sesi terakhir di bawah tekanan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve AS diatur untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Data menunjukkan bahwa harga konsumen AS naik pada Oktober setelah dua bulan menurun dimasukkan ke harapan mereka. “Jika inflasi mulai meningkat, Fed akan merasa jauh lebih stabil dengan pendekatan kenaikan suku bunga masa depan mereka,” kata analis Ava Trade Naeem Aslam. (ekbis.sindonews.com)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.