Emas Jatuh karena Dolar AS Menguat

Harga emas jatuh lebih rendah pada hari Senin (19/2), turun dari level tertingginya selama tiga setengah minggu karena dolar AS yang selalu didukung oleh data sektor perumahan AS yang kuat.

Volume perdagangan diperkirakan akan tetap terbatas karena pasar AS ditutup pada hari Senin sehubungan dengan Hari Presiden.

Emas berjangka Comex turun 0,37% pada $1,351.1 per troy ounce pada pukul 02:10 a.m. ET (06:10 GMT), turun dari level tertinggi selama tiga setengah minggu pada hari Jumat di $1,364.4.

Greenback menguat setelah data pada hari Jumat menunjukkan bahwa pembangunan rumah AS meningkat menjadi lebih tinggi selama satu tahun di bulan Januari dan bahwa izin bangunan melonjak ke tingkat tertingginya sejak 2007.

Laporan optimis tersebut membayangi kekhawatiran baru mengenai defisit di AS, yang diproyeksikan akan mendekati $1 triliun pada 2019 menyusul pengumuman baru-baru ini mengenai pengeluaran infrastruktur dan pemotongan besar pajak perusahaan yang.

Dolar juga didukung setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari Rabu bahwa harga konsumen naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Januari sebesar 0,5%, sehingga membuat yield obligasi AS lebih tinggi.

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS dan dolar. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing, sementara kenaikan suku bunga AS mengangkat biaya opportunity untuk kepemilikan aset yang tidak menghasilkan seperti bullion.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan enam mata uang utama, stabil di 89,06.

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.