Emas Kembali Berkilau Manfaatkan Pelemahan Dolar

SINGAPURA – Harga emas kembali naik mendekati posisi tertinggi setelah kehati-hatian para investor akan kebijakan federal reserve AS menaikkan suku bunga mendorong pelemahan dolar. Selain itu, ketidakpastian politik di Yunani juga menjadi pemicu.

Melansir laman Reuters, Rabu (10/12/2014), harga spot emas naik 2,9 persen mencapai USD1.238,10 per ounce atau naik sekitar 2,1 persen.

Dennis Lockhart, Kepala Federal Reserve Atlanta mengatakan ia tidak terburu-buru untuk menilai janji Fed untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk “waktu yang cukup”.

Sementara itu, data ekonomi AS yang kuat mendorong investor untuk percaya bahwa kenaikan suku bunga akan segera terjadi.

Melemahnya greenback membuat emas berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sementara keengganan investor terhadap risiko meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif investasi.

Keuntungan lebih lanjut dalam harga emas akan tergantung pada dolar dan waktu dari langkah The Fed untuk menaikkan suku bunga. Tingkat yang lebih tinggi akan menurunkan permintaan untuk non-berbunga bullion.

Di pasar fisik, harga di konsumen emas China merosot ke diskon sekitar 50 sen per ons pada Selasa sebelum kembali untuk perdagangan dengan premi sedikit.

Sedangkan harga logam lainnya, seperti spot silver turun 0,06 persen ke USD17,03 per ounce, spot platinum naik 0,39 persen ke USD1.240,5 per ounce, dan spot palladium turun 0,38 persen ke USD805 per ounce. Comex emas turun 0,23 persen ke USD1.229,2 per ounce , dan comex silver turun 0,34 persen ke USD17.074 per ounce. (economy.okezone.com)(dk)


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.