Emas Kembali Melemah

Harga emas ditutup lebih rendah pada Rabu di sesi perdagangan AS, karena “risk-on” trader dan mentalitas investor yang sudah umum di pasar dunia minggu ini-dibuktikan dengan pasar saham dunia yang naik dan indeks saham AS mencapai rekor tertinggi pada hari ini (25/1). Profit taking dari kenaikan baru-baru ini adalah elemen penting untuk emas hari ini (25/1), karena harga mencapai level tertinggi selama dua bulan pada Selasa. Emas Comex Februari terakhir turun $13,60 per ounce pada $1,197.20. Perak Comex Maret terakhir turun $0,205 di $16,985 per ounce.

Pasar saham dunia lebih tinggi pada Rabu dan Dow Jones Industrial Average AS didorong ke atas 20.000 untuk pertama kalinya. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan menghidupkan kembali ekonomi AS ketika ia mencalonkan diri, dan minggu ini ia menandatangani arahan untuk memenuhi itu janji, termasuk menelaah kembali peraturan tentang bisnis dan menandatangani konstruksi minyak yang kontroversial.

Indeks dolar AS lebih rendah pada Rabu. Indeks pada Selasa menyentuh level terendah selama enam pekan. Harga indeks dolar mengalami tren lebih rendah selama tiga minggu. Elemen ini lah yang mendasari bullish untuk sektor komoditas mentah, termasuk logam mulia.

Kunci “outside market” lainnya pada Rabu sore melihat harga minyak mentah Nymex diperdagangkan mendekati stabil di perdagangan yang berombak. Sementara itu, pejabat OPEC dan minyak Rusia mengatakan bahwa mereka tetap pada rencana mereka untuk mengurangi produksi minyak mentah kolektif mereka, berita ini turut menggerakkan harga minyak mentah.


Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.