Emas Kembali Turun Karena Data AS yang Kuat, Greenback Rally

Harga emas sedikit lebih rendah pada perdagangan sore di AS hari Rabu. Laporan ekonomi AS yang sangat optimis yang mengangkat indeks saham AS dan rally untuk indeks dolar AS bekerja melawan logam-logam safe-haven hari ini. Selain itu, ada juga risk aversion yang kurang di pasar pada pertengahan minggu. Emas berjangka Desember terakhir turun $ 4,30 per ounce di $ 1,202.70. Perak Comex Desember terakhir naik $ 0,002 pada $ 14,655 per ounce.

Laporan ketenagakerjaan AS ADP hari ini untuk bulan September menunjukkan perolehan sebesar 230.000. Diramalkan untuk naik 185.000 pekerjaan. Harga emas turun mengikuti laporan ini, sementara indeks saham AS naik. Laporan ini dikeluarkan menjelang Laporan Situasi Pekerjaan Departemen Tenaga Kerja (Labor Department Employment Situation Report) yang lebih penting untuk bulan September pada hari Jumat pagi. Jumlah non-farm payrolls diperkirakan akan bertambah 180.000.

Perhatian dunia, terutama di Eropa, adalah pada rencana pemerintah Italia anti kemapanan yang baru untuk mengatasi masalah keuangan dan ekonomi Italia. Laporan semalam mengatakan Italia mundur dari sikap garis kerasnya dengan Uni Eropa mengenai masalah ini. Mata uang Euro hari ini stabil pada berita, setelah berada di bawah tekanan jual awal pekan ini.

Dalam berita semalam lainnya, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans mengatakan dalam pidatonya di London bahwa perekonomian AS mengikuti dan bahwa Fed kemungkinan harus mengerem pertumbuhan ekonomi dengan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Dia menambahkan bahwa langkah kebijakan Fed secara historis normal selama periode ekspansi ekonomi yang lebih kuat.

Raksasa ritel AS Amazon telah menaikkan upah minimumnya secara signifikan bagi para pekerjanya menjadi $ 15 per jam. Meskipun langkah ini tampak jinak saat ini, itu hanya satu petunjuk kecil kenaikan inflasi harga yang bisa menjadi masalah pada titik tertentu — dan mungkin bahkan lebih cepat daripada yang diperkirakan para ekonom. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali pada hari Selasa bahwa inflasi harga tidak menjadi masalah. Inflasi yang bermasalah umumnya bullish untuk aset keras seperti komoditas mentah dan bearish untuk aset kertas seperti saham dan obligasi.

Pasar luar utama hari ini menemukan indeks dolar AS lebih tinggi setelah mencapai level tertinggi selama 2,5 bulan pada hari Selasa. Sementara itu, harga minyak Nymex November sedikit naik setelah mencapai level tertinggi selama empat tahun pada Selasa. Harga diperdagangkan sekitar $ 75,50 per barel.

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*