Emas masih dalam tren bearish

CHICAGO. Emas masih terus tertekan oleh penguatan dollar Amerika Serikat. Emas divisi COMEX New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Februari turun 30 sen ke level US$ 1.068,00 per ons troi, Selasa (Rabu pagi WIB).

Indeks dollar AS turun 0,18 % menjadi 98,12 pada pukul 19.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dollar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dollar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dollar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dollar menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam mulia diletakkan di bawah tekanan karena laporan yang lebih baik dari perkiraan dirilis oleh Conference Board yang berbasis di New York, yang mengukur kepercayaan konsumen, menemukan bahwa indeks penting itu naik menjadi 96,5 selama Desember, dibandingkan 92,6 pada November.

Harga logam mulia berada di bawah tekanan lebih lanjut ketika indeks FTSE 100 Inggris meningkat dan indeks DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt berbalik naik tajam, sementara saham-saham AS juga diperdagangkan lebih tinggi sekitar tengah hari Selasa.

Tren jangka panjang untuk emas tetap sangat bearish menurut para analis karena The Fed menaikkan suku bunganya pada Desember, yang terjadi meski semula diharapkan untuk penundaan kenaikan suku bunga sampai 2016.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong para investor menjauh dari emas dan beralih ke aset-aset dengan imbal hasil.

Perak untuk pengiriman Maret naik 4,4 sen, atau 0,32 %, menjadi ditutup pada US$ 13,928 per ons troi. Platinum untuk pengiriman Januari bertambah US$ 10,4, atau 1,18 %, menjadi ditutup pada US$ 891,20 per ons troi. (Sumber: Kontan) (Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.