Emas Masih Tertekan Penguatan Dollar AS

CHICAGO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari (30/12/2015), tertekan oleh penguatan dollar AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 0,3 dolar AS atau 0,03 persen, menjadi menetap di 1.068,00 dolar AS per ounce.

emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dollar AS naik, maka harga emas berjangka akan turun.

Harga emas berada di bawah tekanan seiring dengan perkiraan terhadap data perekonomian AS yang membaik. Kondisi itu terus berlanjut seiring dengan menguatnya bursa-bursa Eropa.

Para analis memperkirakan, dalam jangka panjang harga emas masih “bearish” karena The Fed telah menaikkan suku bunganya pada Desember.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong para investor menjauh dari emas dan beralih ke aset-aset dengan imbal hasil yang lebih besar, karena logam mulia tidak memberikan suku bunga.

Perak untuk pengiriman Maret naik 4,4 sen, atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 13,928 dollar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari bertambah 10,4 dolar AS, atau 1,18 persen, menjadi ditutup pada 891,20 dolar AS per ounce. (Sumber: Tribunnews) (Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.