Emas Melemah Dipicu Penguatan Bursa Saham AS

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pada perdagangan Senin malam atau Selasa pagi WIB (21/6) melemah menyusul penguatan ekuitas (saham) AS, meskipun dolar melemah.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun US$ 2,70 (0,21 persen) menjadi US$ 1.292,10 per ounce.

Logam mulia berada dalam tekanan karena Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 129,7 poin (0,73 persen) mencapai 17.804.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas melemah, maka logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan, maka logam mulia biasanya turun. Logam mulia semakin tertekan ketika pilihan warga Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa kehilangan momentum.

Investor AS telah khawatir soal potensi warga Inggris meninggalkan Uni Eropa atau dikenal Brexit oleh investor, saat memberikan suara pada referendum.

Analis mencatat bahwa potensi Brexit telah menyebabkan volatilitas di pasar, mendorong para investor beralih ke emas sebagai aset “safe haven”.

Namun pelemahan emas tertahan karena indeks dolar AS turun pada Senin. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar naik, maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman Juli naik 10,30 sen (0,59 persen) menjadi US$ 17,514 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 21,10 (2,18 persen) menjadi US$ 987,20 per ounce.

(sumber: Beritasatu)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.