Emas Melorot 13,9 Dollar AS

CHICAGO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun lebih dari satu persen pada Senin (28/9/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB), sejalan dengan kemerosotan logam lainnya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember kehilangan 13,9 dollar AS atau 1,21 persen, menjadi 1.131,7 dollar AS per ounce.

Pasar logam turun tajam pada Senin dengan emas berjangka membukukan penurunan harian terbesar sejak 9 September, di tengah berita bahwa otoritas Swiss sedang menyelidiki tujuh bank-bank besar untuk tersangka manipulasi harga dalam perdagangan logam mulia.

harga emas juga mengalami tekanan karena sebagian besar pejabat Federal Reserve menyebutkan kenaikan suku bunga padan tahun ini.

William Dudley, Presiden dan CEO dari Federal Reserve Bank of New York, mengatakan bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga tahun ini dan bisa bergerak segera setelah pertemuan mendatang pada Oktober.

Secara umum, kenaikan suku bunga akan mendongkrak dollar AS terhadap mata uang lainnya. Analis mencatat emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti menguatnya dollar AS bisa membuat sentimen negatif bagi komoditas termasuk emas, yang dihargakan dalam dollar AS.

Di antara logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 57,3 sen atau 3,79 persen, menjadi ditutup pada 14,538 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari merosot 28,8 dollar AS atau 3,03 persen, ditutup pada 922,5 dollar AS per ounce. (palembang.tribunnews.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.