Emas Menurun Karena Dollar AS Menguat, Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

Harga emas dan perak berjangka turun tajam dan pada posisi terendah selama lebih dari tiga bulan di akhir perdagangan AS hari Selasa. Indeks dolar AS yang lebih kuat bekerja melawan kenaikan pasar logam berharga hari ini. Pound Inggris jatuh ke level terendah terhadap dolar AS hari Selasa, karena pemerintah U.K. bergerak lebih cepat daripada yang diharapkan untuk meninggalkan Uni Eropa. Emas Comex Desember terakhir turun $35,60 per ounce pada $1,276.70. Perak Comex Desember terakhir turun $0,808 di $18,055 per ounce.

Komentar dari seorang pejabat Federal Reserve hari ini mendukung hawkish untuk kebijakan moneter yang menginginkan suku bunga AS untuk naik lebih cepat. Pejabat Fed Jeff Lacker hari ini mengatakan bahwa ia ingin melihat kenaikan suku bunga AS dengan segera. Data manufaktur AS yang dirilis minggu ini juga optimis, yang menggambarkan bahwa pasar tenaga kerja AS mengalami pengetatan yang akan menjamin kenaikan suku bunga.

Risk appetite para pedagang dan investor di pasar dunia awal pekan ini lebih kepada safe haven emas. Pasar ekuitas Asia dan Eropa sebagian besar lebih tinggi pada Selasa. Indeks saham AS mixed di tengah hari. Saham Deutsche Bank Jerman naik pada Selasa karena kekhawatiran tentang bank yang mengalami krisis likuiditas sedikit mereda, setidaknya untuk sementara. Bank sentral Australia mempertahankan suku bunga tetap pada Selasa, yang juga membantu untuk mendukung pasar saham Asia. Yen Jepang yang melemah terhadap dolar AS pada Selasa juga berdampak baik terhadap indeks saham Asia. Pasar China ditutup sepanjang minggu ini untuk liburan National Day Break.

Z

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.