Emas Muda Kian Digemari

MALANG KOTA – Di tengah melandainya harga emas di pasaran dunia, permintaan perhiasan emas gaul alias emas muda di pengujung tahun 2015 ini mengalami peningkatan. Rata-rata pembeli memilih emas dengan kadar 30-40 persen, karena harga yang ditawarkan lebih murah. ”Emas gaul atau emas muda penjualannya tahun ini makin meningkat,” ungkap Ahmad Wawan, marketing Bulan Purnama Gold and Jewelry. Sejak diperkenalkan pada publik sekitar tahun 2005 lalu, emas dengan kadar 37,5 persen banyak diburu, karena harganya yang lebih murah dan desain yang lebih beragam dibandingkan dengan perhiasan yang menggunakan kadar emas 70-80 persen.

Pasar dari emas gaul ini, lanjut dia, adalah pembeli yang gemar berganti model karena mengikuti tren desain perhiasan. Dari omzet penjualan yang mencapai 75-80 gram per hari, lebih dari 50 persen atau sekitar 40 gram adalah emas muda. ”Sisanya baru emas dengan kadar lebih tinggi dan juga emas batangan,” terang Wawa – sapaan akrab Ahmad Wawan.

Untuk harga, emas gaul dipatok di angka Rp 250 ribu per gram. Sementara perhiasan dengan kadar emas 24 karat dipatok sebesar Rp 525 ribu per gram, emas 23 karat di harga Rp 500 ribu, dan emas 18 karat alias kadungan 75 persen di angka Rp 425 ribu per gram. ”Meski kadar emas rendah, emas gaul ini dapat diperjualbelikan kembali. Jadi sebagian masyarakat juga menjadikannya tabungan atau investasi,” jelas Wawa. Selain itu, berbeda dengan emas dengan kadar 70-80 persen yang harganya selalu berubah-ubah tergantung pergerakan harga emas dunia, harga emas gaul dinilai lebih stabil.

Dia melanjutkan, penjualan emas muda menjadi andalan bagi pengusaha penjual emas di pasar tradisional. Pasalnya, emas muda jarang dijual di pasar modern. ”Kita sesuaikan dengan kalangan pembeli kita. Kaya di pasar tradisional seperti ini, penjualan emas muda cenderung banyak,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Cahyo Kristianto, marketing Toko Emas Salaman Mas. Menurut Cahyo, emas muda banyak dijadikan sebagai investasi oleh masyarakat. Pasalnya, harga yang murah membuat masyarakat cenderung menjadikan emas muda sebagai tabungan. Dia mengatakan, walaupun emas muda laris, tapi penjualan emas tahun ini cenderung stagnan dibandingkan tahun sebelumnya. ”Daripada nabung ke bank, mending dibelikan emas. Ketika butuh, emas mudanya bisa dijual lagi. Harganya pun tidak terlalu mahal. Jadi, ketika mereka ada uang, bisa membelinya lagi. Jadi kebanyakan sebagai tabungan,” ujar dia.

Saat ini, lanjutnya, perhiasan emas berbentuk cincin dan gelang lebih banyak dicari dan dibeli oleh masyarakat. ”Karena dari segi tampilan, tidak berbeda antara emas dengan kadar tinggi maupun yang emas muda,” papar Cahyo. Untuk diketahui, harga emas perhiasan rata-rata turun sekitar Rp 2 ribu sejak Kamis (24/12) lalu. (radarmalang.co.id)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.