Emas naik didorong pelemahan dolar AS

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Kamis (Jumat pagi WIB), didorong dolar AS yang melemah setelah Departemen Tenaga Kerja menunjukkan laporan klaim pengangguran AS meningkat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 1,1 dolar AS, atau 0,09 persen, menjadi menetap di 1.220,70 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Emas terangkat oleh laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 7 Februari naik sebesar 25.000 menjadi lebih tinggi dari perkiraan 304.000.

Para analis mencatat bahwa data klaim empat minggu lebih rendah dari yang diharapkan, mungkin telah mengimbangi beberapa sentimen negatif pendorong kenaikan harga logam mulia.

Emas juga didukung data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan, yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Kamis. Penjualan ritel pada Januari turun untuk bulan kedua sebesar 0,8 persen setelah sebelumnya jatuh 0,9 persen pada Desember.

Beberapa analis mengatakan data ini sebagian disebabkan oleh harga bensin yang lebih rendah, tetapi yang lain mengatakan bahwa konsumen belum menghabiskan cukup uang pada kategori non-bensin.

Emas juga diletakkan di bawah tekanan karena konflik di Ukraina antara pasukan pemerintah dan pemberontak di bagian timur negara itu mulai tenang. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata setelah konferensi di Belarus.

Indeks Spot Dolar juga turun 0,88 persen menjadi 94,1520 karena penguatan di euro. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik, emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman Maret bertambah 3,3 sen atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 16,794 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 4,9 dolar AS atau 0,41 persen, menjadi ditutup pada 1.200,50 dolar AS per ounce. (Sumber: Antaranews)

(Pr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.