Emas Turun ke Harga Terendah Selama 10 Bulan, Setelah Kenaikan Suku Bunga Fed

Harga emas diperdagangkan lebih rendah dan turun ke posisi terendah baru selama 10 bulan, pada akhir perdagangan sore AS hari Rabu, setelah pertemuan Federal Reserve’s Federal Open Market Committee, yang melihat tingkat suku bunga federal naik 0,25%, seperti yang diharapkan. Namun, pasar sedikit terkejut dengan “nada” hawkish dari pernyataan Fed dan komentar hawkish dari Ketua Fed Janet Yellen. Emas Februari terakhir turun $10,60 per ounce pada $1,148.30. Perak Maret terakhir turun $0,037 di $16,94.

Dolar AS terdorong lebih tinggi setelah kenaikan suku bunga Fed dan nada hawkish untuk kebijakan moneter Fed, setelah diperdagangkan melemah sebelum pernyataan FOMC dirilis. Greenback yang menguat adalah negatif terhadap logam mulia saat ini.

Pasar saham AS juga selling off setelah berita Fed. Jika saham terus turun dalam jangka dekat, yang tidak akan terlalu mengejutkan mengingat kenaikan baru-baru ini yang membuat indeks saham naik ke rekor tertinggi pekan ini, jadi hal seperti ini dapat menguntungkan aset bersaing, emas.

Ada juga data ekonomi penting dari AS yang dirilis hari Rabu, termasuk indeks harga produsen dan penjualan ritel. Indeks harga produsen pada bulan November datang dengan kenaikan sebesar 0,4%, secara tahunan. Kenaikan hanya 0,1% lah yang diharapkan. Jumlah kenaikan PPI November merupakan petunjuk meningkatnya tekanan harga inflasi yang berdampak bullish untuk aset keras seperti logam mulia, jika inflasi menjadi bermasalah. Sementara itu, data penjualan ritel AS menunjukkan kenaikan yang lebih lemah dari perkiraan, sebesar 0,1% pada November dari Oktober, dan naik 3,8%, tahun ke tahun.

Kunci “outside market” lainnya pada Rabu melihat harga minyak mentah Nymex lebih rendah karena kemunduran korektif setelah mencapai harga tertinggi selama 16 bulan hari Senin.

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.