Emas Turun Setelah Dolar AS Menguat

INILAHCOM, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun, Senin atau Selasa (20/10/2015) pagi WIB. Itu setelah dolar AS menunjukkan penguatan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember kehilangan US$10,3 atau 0,87 persen, menjadi menetap di US$1.172,80 per ounce. Logam mulia berada di bawah tekanan karena indeks dolar AS naik pada Senin.

Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi para investor.

Emas tertekan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh National Association of Home Builders menunjukkan Indeks Pasar Perumahan naik menjadi 64 pada Oktober. Analis mencatat ini adalah angka tertinggi sejak 2005. Laporan ini juga dapat meningkatkan harapan untuk laporan perumahan yang baru dibangun pada Selasa.

Data AS positif tidak mungkin menjadi faktor utama dalam kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang telah lama diperkirakan. Harapan awalnya ditetapkan untuk peningkatan September, namun karena inflasi AS lebih rendah dari perkiraan dan ketegangan di pasar global, harapan itu telah didorong kembali ke 2016, meskipun pernyataan Ketua Fed Janet Yellen menunjukkan The Fed masih bisa menaikkan suku bunga sebelum akhir 2015.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Perak untuk pengiriman Desember turun 27,3 sen atau 1,69 persen menjadi ditutup pada US$15,841 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$9,10 atau 0,89 persen menjadi ditutup pada US$1.014,60 per ounce. (pasarmodal.inilah.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.