Februari, Harga Emas Global Anjlok Lima Persen

VIVA.co.id – Harga emas berjangka menguat pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Bursa New York, Amerika Serikat. Namun, harga emas di sesi perdagangan akhir Februari itu lebih rendah, jika dibandingkan dengan rekor akhir Januari.

Seperti diberitakan Marketwatch, Senin 2 Maret 2015, kenaikan harga emas pada akhir pekan lalu dipicu kenaikan permintaan dari Tiongkok, dan belum ada kepastian kapan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya.

“Laporan data ekonomi yang menunjukkan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga mendekati nol persen lebih lama dari yang diperkirakan,” ujar Mark O’Byrne, analis dari GoldCore.

Harga kontrak emas untuk pengiriman April naik US$3 (0,3 persen) ke level US$1.213,10 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange pada penutupan bursa Jumat pekan lalu.

Emas mengalami penurunan dari lima persen sepanjang Februari, padahal harga emas naik delapan persen pada bulan sebelumnya, atau Januari.

Pasar domestik

Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, PT Antam Tbk melaporkan bahwa harga emas batangan bergerak naik pada transaksi Senin 2 Maret 2015.

Harga emas batangan Antam kini dijual Rp547 ribu untuk ukuran satu gram, atau naik sebesar Rp1.000 dibandingkan level perdagangan Jumat 27 Februari 2015.

Emas ukuran lima gram dilepas dengan harga Rp2.590.000, ukuran 10 gram Rp5.130.000, ukuran 25 gram Rp12.750.000, ukuran 50 gram Rp25.450.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp50.850.000.

Harga emas ukuran 250 gram dipatok pada level Rp127.000.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp253.800.000. Ada pun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini dipatok pada level Rp490.000 per gram, atau naik Rp3.000 dibandingkan dengan level transksi sbelumnya.

sumber: viva.co.id

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.