Gara-Gara Dolar AS Menguat, Emas Global Merosot 2%

NEW YORK – Harga emas global turun sekitar 2 persen, penurunan terbesar satu hari dalam tiga bulan, karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Emas terpuruk, setelah the Federal Reserve akhirnya akan menaikkan tingkat suku bunga dari nol persen.

Dalam pertemuan kebijakan yang sudah berlangsung selama dua hari, the Fed juga berencana memangkas stimulus secara perlahan. Meski demikian, the Fed memandang tingkat suku bunga rendah masih diperlukan untuk melakukan recover dari krisis keuangan yang terjadi.

“Emas sebagai lindung nilai inflasi tidak menguat setelah pengumuman the Fed. Emas juga sebelumnya sudah turun karena pengurangan risiko geopolitik, sehingga kombinasi dari keduanya cukup menghantam emas,” kata kepala analis HSBC, James Steel, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (20/3/2014).

Pada awal sesi, emas berada di bawah tekanan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian yang membuat Crimea bagian dari Rusia lagi, tapi dia mengatakan tidak berencana untuk merebut daerah lain di Ukraina.

Emas jenis Spot turun USD26,68 atau sekira 2 persen menjadi USD1.328,96 per troy ons, penurunan terbesar sejak 19 Desember. Emas telah kehilangan hampir 4 persen dalam tiga sesi terakhir, karena profit taking setelah rally pada ketegangan atas Ukraina.

Sementara emas berjangka AS, Comex Gold, untuk pengiriman April menetap merosot USD17,70 atau 1,3 persen menjadi USD1.341,30 per troy ons, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di atas rata-rata 30 hari perdagangan.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,9 persen menjadi USD20,59 per troy ons. Platinum turun 0,7 persen menjadi USD1.441 per troy ons, sedangkan paladium turun 0,5 persen menjadi USD760,75 per troy ons. (sumber: Okezone)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.