Harga Emas Akhir Pekan Naik Dengan Pelemahan Pasar Saham dan Dollar AS

Harga emas naik pada penutupan perdagangan Sabtu dinihari (19/12), terdorong melemahnya pasar saham AS dan retreatnya dollar AS, namun masih tetap mendekati posisi terendah dalam beberapa tahun setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga AS.

Harga emas spot naik 1,3 persen pada 1,065.91 dollar per troy ons. Sedangkan harga emas berjangka AS Februari naik 1,5 persen pada 1.065 dollar per troy ons.

Logam mulia ini sampat pulih setelah keluar dari posisi terbawahnya pada hari Kamis di $ 1,047.25 per ons, dengan dolar berada pada level terendah enam tahun yang dicapai pada 3 Desember, setelah yang kenaikan suku bunga AS pertama kali dalam hampir satu dekade.

Pasar saham yang lemah juga menekan harga emas, dengan ekuitas global jatuh pada kekhawatiran tentang merosotnya harga minyak mentah yang dapat menandakan pertumbuhan yang lambat.

Harga logam mulia bisa kembali $ 1.000 per ons untuk pertama kalinya dalam enam tahun jika menembus batas bawah rendah awal Desember di $ 1.045 per ons, menurut analis teknis.

Sedangkan harga Perak naik 2,9 persen pada $ 14,10 per ons, harga platinum naik 1,6 persen pada $ 857 per ons dan harga paladium turun 0,1 persen pada $ 553 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas masih berpotensi melemah dengan kenaikan suku bunga AS , yang akan semakin meningkatkan dollar AS. Diperkirakan harga emas akan mencoba menembus level Support 1064-1062, dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance 1068-1070. (vibiznews.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.