Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS

CHICAGO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS menunjukkan penguatan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 8,9 dolar AS, atau 0,82 persen, menjadi menetap di 1.075,20 dolar AS per ounce.

Emas berada di bawah tekanan karena indeks dolar AS naik 0,42 menjadi 98,71 pada pukul 18.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Kenaikan dolar AS menyusul reli singkat oleh emas pada Jumat lalu, karena para investor mulai melakukan “short covering” menjelang pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS Desember.

Sementara ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember tetap tinggi, banyak pedagang masih memilih untuk menghindari risiko memegang posisi emas hingga pertemuan FOMC, meskipun perdagangan berpotensi menguntungkan mereka, karena pasar membuat ayunan liar selama konferensi pers FOMC.

Alat Fedwatch CMEGroup menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember mencapai 79 persen. Angka ini mencapai serendah 40 persen selama November, dan telah meningkat pesat sejak saat itu menyusul data ekonomi AS yang positif.

Para analis percaya bahwa pasar sekarang telah sepenuhnya memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, dan bahwa pasar sekarang belum yakin kapan kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 ke tingkat 0,75 akan terjadi.

Alat Fedwatch menunjukkan probabilitas tersirat mengindikasikan bahwa pasar yakin The Fed akan menaikkan suku dari 0,50 menjadi 0,75 selama pertemuan FOMC Maret. Probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan dari 0,50 menjadi 0,75 mencapai 38 persen pada pertemuan Maret, dan 11 persen pada pertemuan Januari.

Data klaim pengangguran mingguan akan dirilis pada Kamis serta Indeks Harga Produsen, ukuran inflasi yang The Fed pantau secara cermat, bersama dengan laporan penjualan ritel.

Para analis percaya bahwa tidak ada di antara laporan ini kemungkinan akan berdampak pada peluang kenaikan suku bunga Desember, karena harapan sudah hampir menyatu di pasar.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Perak untuk pengiriman Maret turun 19,6 sen, atau 1,35 persen, menjadi ditutup pada 14,332 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 17,4 dolar AS, atau 1,98 persen, menjadi ditutup pada 863,20 dolar AS per ounce. (economy.okezone.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.