Harga Emas Antam Meredup Buntuti Emas Global

JAKARTA – Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini kembali meredup Rp1.000/gram, membuntuti emas global yang mendekati harga terendah lima bulan.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (5/6/2015) harga jual emas perseroan dari Rp551.000/gram menjadi Rp550.000/gram. Sedangkan harga buyback emas perseroan dari Rp497.000/gram menjadi Rp496.000/gram.

Adapun harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.060.000, dengan harga per gram Rp530.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.572.000 dengan harga Rp526.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.084.000 dengan harga per gram Rp521.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.605.000 dengan harga per gram Rp521.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.160.000, dengan harga per gram Rp516.000.

Harga emas 25 gram Rp12.825.000 dengan harga per gram Rp513.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.600.000, dengan harga per gram Rp512.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp51.150.000, dengan harga per gram Rp511.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp127.750.000, dengan harga per gram Rp511.000.

Emas ukuran 500 gram dihargai Rp255.300.000, dengan harga per gram Rp510.600. Namun emas ukuran ini sudah habis terjual.

Turunnya harga emas Antam terimbas susutnya harga emas global, yang mendekati level terendah dalam lima pekan karena menguatnya data ekonomi Amerika Serikat (AS), sehingga mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini.

Sementara pedagang sedang menunggu data tenaga kerja AS pada akhir pekan ini karena dapat memberi petunjuk lebih lanjut tentang kondisi ekonomi dan dampaknya terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Dikutip dari Reuters, emas di pasar spot naik tipis ke USD1.177,80/ons pada pukul 0037 GMT, tapi tidak terlalu jauh dari harga terendah lima pekan lalu di USD1.172,55 di sesi sebelumnya.

Emas sepanjang pekan ini telah turun sekitar 1%. Sedangkan data pada Kamis menunjukkan bahwa produktivitas nonpertanian turun tajam dari perkiraan pada kuartal I dan data lain menunjukkan pengetatan pasar tenaga kerja.

Saat ini, perhatian tertuju pada data tenaga kerja AS pada hari Jumat. Jumlah tenaga kerja diperkirakan bertambah menjadi 225.000 pada Mei dari bulan sebelumnya sebanyak 223.000.

Data yang kuat akan menjaga Fed di jalur untuk meningkatkan keinginannya untuk menaikkan suku bunga tahun ini, kebijakan yang bisa mengurangi permintaan emas.

Sementara investor juga mengamati perkembangan atas krisis utang Yunani. Athena menunda pembayaran utang kepada  Dana Moneter Internasional (IMF). (sindonews.com)(dk)

 

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.