Harga Emas Antam Merosot Terseret Penurunan Emas Global

JAKARTA – Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Rabu (2/3/2016) tercatat merosot terseret penurunan emas global. Membaiknya ekonomi Amerika Serikat dilihat dari data manufaktur yang stabil dengan produksi baru dan percepatan pesanan mempengaruhi harga logam mulia.

Dilansir dari situs Logammulia.com hari ini, harga jual emas Antam merosot Rp5.000 menjadi Rp568.000/gram dari sebelumnya Rp573.000/gram dan harga buyback emas Antam juga melemah Rp2.000 menjadi Rp520.000/gram dari sebelumnya Rp522.000/gram.

Emas ukuran 2 gram dibanderol Rp1.096.000, dengan harga per gram Rp548.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.626.000 dengan harga Rp542.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.156.000 dengan harga per gram Rp539.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.695.000 dengan harga per gram Rp539.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.340.000, dengan harga per gram Rp534.000.

Harga emas 25 gram Rp13.275.000 dengan harga per gram Rp531.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp26.500.000, dengan harga per gram Rp530.000. Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp52.950.000, dengan harga per gram Rp529.500.

Harga emas 250 gram mencapai Rp132.250.000, dengan harga per gram Rp529.000, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp264.300.000 dengan harga per gram Rp528.600.

Dilansir Reuters, Harga emas di pasar spot tercatat terpeleset sebesar 0,2% ke posisi  USD1.230 per ons pada pukul 00.53 GMT setelah pada sesi sebelumnya menurun 0,5%. Optimisme data manufaktur AS dan mulai membaiknya harga minyak mentah dunia menjadi pengaruh besar untuk mendorong harga-harga saham unggulan.

Sementara dolar Amerika Serikat (USD) berangsur menguat terhadap yen, ketika euro masih terus tertekan dan menjadi yang tertinggi dalam satu bulan terakhir. Emas sendiri telah mengalami kenaikan 16% sepanjang tahun 2016, terimbas kekacauan di pasar ekuitas dan kekhawatiran atas perekonomian global yang dipicu spekulasi bahwa Fed (Bank Sentral AS) tidak akan mengambil kebijakan lanjutan untuk menaikkan suku bunga AS (Fed rate).

sumber: sindonews

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.