Harga Emas Batangan Sentuh Rp 610.000/Gr

Jakarta. Harga emas atau logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk pertama kalinya menyentuh angka tertinggi di Rp 610.000/gram. Harga emas Antam ini naik Rp 29.000/gram dibandingkan posisi pekan lalu di Rp 581.000/gram.
Marketing Manager Antam Agung Kusumawardhana menyebutkan posisi harga emas Antam ini merupakan yang tertinggi dan pertama kalinya. “Harga Rp 610.000/gram pertama kali, iya betul,” katanya, Senin (27/6).

Menurut Agung, naiknya harga emas Antam ini terimbas dari naiknya harga emas dunia yang tercatat US$ 1.335 per troy ounce, naik US$ 20 per troy ounce dari harga sebelumnya.

Agung menjelaskan naiknya harga emas dunia tersebut dampak dari keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan Britain Exit alias Brexit. “Ini terpengaruh melemahnya dolar AS sejak adanya Brexit, Inggris keluar dari Uni Eropa,” ujarnya.

Saat ini, investor masih terus menunggu pergerakan harga emas dunia. Diperkirakan, harga emas masih akan naik hingga mencapai US$ 1.400 per troy ounce.

Terkait hal itu, banyak investor masih akan melakukan aksi jual untuk mencari keuntungan dari tingginya harga emas. “Ekspektasi banyak ke harga US$ 1.400 troy ounce, mereka masih berharap naik, secara internasional harganya masih akan naik,” tukasnya.

Para investor, katanya, mengamankan aset-asetnya dan dipindahkan ke instrumen yang lebih aman yaitu dolar AS. Mata uang Paman Sam pun menguat, emas pun ikut naik.”Sebenarnya sentimen Brexit itu memicu harga di stock market, tapi dolarnya menguat. Emas lebih terpengaruh ke dolar AS sehingga emas juga naik tinggi,” paparnya.

Agung menambahkan harga emas Antam juga sempat menyentuh level Rp 608.000/gram pekan lalu, namun kembali naik terdorong penguatan harga emas internasional.

Selain karena Brexit, Agung mengungkapkan, momen menjelang lebaran juga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menjual emas. Kebutuhan uang tunai menjelang Lebaran melonjak, menjual emas menjadi pilihan.

Saat ini, Agung menyebutkan, pembelian emas mulai berkurang. Biasanya, dalam sebulan, Antam mampu menjual sedikitnya 700 kg emas, tetapi menjelang akhir bulan ini, baru terjual 397 kg emas.”Lebih banyak yang jual, kalau bulan ini turun pembeliannya, banyak yang jual. Dari awal bulan sampai hari ini, pembelian baru 397 kg, biasanya sebulan total 700 kiloan,” sebut Agung.

Lesunya pembelian di pasar lokal, Agung mengungkapkan, pihaknya juga menjual emas ke berbagai negara lain seperti Singapura.”Dari 700 kg itu ada yang ekspor, jadi 50:50, lokal dan ekspor. Pasar lokal agak lesu, jadi lebih pilih ekspor, kebanyakan ke Singapura,” imbuh Agung.

(sumber: Medanbisnis)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.