Harga Emas Batangan Sulit Diprediksi

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA – Pergerakan harga emas bantangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) cenderung stagnan di tengah melemahnya harga emas global. Mengutip www.logammulia.com Senin (2/11) harga emas Antam bergerak flat di Rp 552.000 per gram dibandingkan akhir pekan lalu.Dalam sepekan terakhir, emas Antam naik Rp 4.000 atau 0,7 persen. Sedangkan sejak awal Oktober, harganya turun 3,8 persen.

Tonny Mariano, Analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengatakan, pergerakan harga emas batangan tak hanya mengikuti harga emas global, namun juga tergantung pada nilai tukar dolar AS dan rupiah. Oleh karena itu, kejatuhan emas global tak banyak mempengaruhi emas Antam.

Mengutip Bloomberg, Senin (2/11) pukul 16.00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Desember 2015 di Commodity Exchange turun 0,2 persen ke level 1.138,8 dolar AS per ons troi. Angka ini merupakan yang terendah sejak 5 Oktober lalu. Sepekan terakhir harga emas tergerus 2,3 persen.

Tonny memaparkan harga emas batangan sebelum tahun 2012 memang cenderung naik. Namun, setelah itu kenaikan harga sulit ditebak. Pasalnya, faktor yang mempengaruhi harga emas batangan seperti nilai tukar rupiah pun sulit diprediksi.”Kita tidak bisa menebak apakah rupiah akan terus melemah, sampai kapan dan hingga ke level berapa,” ujar Tonny.

Lain halnya dengan emas global yang memiliki korelasi sederhana dengan pergerakan nilai tukar dollar. Jika dollar menguat, maka emas global melemah, demikian juga sebaliknya. Sementara untuk emas batangan, selain rupiah, harga emas global turut menentukan. Penguatan dollar dapat mendorong kejatuhan emas global sehingga menyeret harga emas Antam.

Namun perlu dicatat jika dollar melemah, maka rupiah juga bisa tertekan. Sementara tekanan rupiah justru mengangkat emas Antam. Situasi akan lebih membingungkan jika paket kebijakan ekonomi pemerintah direspon positif oleh pasar sehingga rupiah bisa tetap menguat meski dollar sedang terangkat.”Karena banyak faktor yang menentukan maka susah menemukan akurasi untuk prediksi emas batangan,” lanjut Tonny.

Dalam jangka panjang pun, nilai tukar rupiah sulit ditebak, apakah akan terus menguat atau justru melorot semakin dalam. Daya tarik emas investasi menurut Tonny adalah saat mendapat kenaikan harga yang cukup signifikan. Sayangnya, emas Antam menjadi kurang menarik lantaran selisih harga jual dan beli yang terlalu tinggi.

Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures menilai, harga emas batangan cenderung melemah mengikuti pergerakan emas global. Harga buyback pun kini sudah berada di bawah Rp 500.000 per gram.Mengawali pekan ini, harga emas cenderung flat lantaran investor masih wait and see dengan kebijakan The Fed. Rencana The Fed menaikkan tingkat suku bunga dapat melambungkan dollar AS sehingga menekan harga emas global. Salah satu data yang ditunggu adalah non farm payroll AS yang akan dirilis akhir pekan ini. (medan.tribunnews.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.