Harga Emas Belum Keluar Dari Tekanan Kenaikan Dollar AS

Harga emas pada akhir perdagangan Rabu kemarin kembali lanjutkan pelemahan, turun ke terendah dalam tujuh minggu, masih tertekan penguatan dollar AS yang didukung keyakinan kenaikan suku bunga AS bulan Desember ini pasca pernyataan ketua The Fed, Janet Yellen kemarin.

Ketua The Fed, Janet Yellen, pada hari Rabu kemarin menyatakan dimungkinkan untuk suku bunga AS lepas landas naik pada akhir tahun ini, dan hal tersebut disetujui oleh William Dudley, Presiden Fed New York.

Pada hari Kamis, Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan pernyataan kebijakan terakhir bank sentral AS itu sengaja berusaha meyakinkan investor untuk dimungkinkannya kenaikan suku bunga bulan Desember ini.

Kenaikan suku bunga acuan akan memberikan tekanan jual terhadap harga emas sebab kenaikan suku bunga acuan meningkatkan opportunity cost investasi pada instrument non emas.

Harga emas spot turun 0,36% menjadi 1,103.90 dollar per troy ons, terendah sejak 16 September lalu yang turun 0,2 % pada 1,104.86 dollar per troy ons. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,2 % pada 1,104.20 dollar per troy ons.

Pedagang akan mengamati data ekonomi AS minggu ini, terutama data non-farm payrolls pada hari Jumat ini, yang akan semakin menentukan apakah The Fed jadi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pada sesi perdagangan hari ini harga emas spot berpotensi untuk melanjutkan pergerakan melemah. Harga emas berpotensi mengetes level Support pada posisi 1.100 dollar per troy ons. Jika berhasil ditembus harga berpotensi melanjutkan penurunan lagi ke posisi 1.090 dollar per troy ons. Sedangkan jika terjadi pergerakan yang rebound harga akan mengetes level Resistance pada posisi 1.114 dollar per troy ons. Jika berhasil ditembus harga akan melanjutkan kenaikan ke posisi 1122 dollar per troy ons. (vibiznews.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.