Harga Emas Berkilau Sambut Akhir Pekan

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas naik lebih dari 2 persen dipicu melemahnya Bursa Saham Amerika Serikat (AS). Pelemahan pasar modal telah mendorong investor kembali melirik emas sebagai safe haven.

Di Wall Street anjlok usai menguat tiga hari berturut-turut, dibebani penurunan harga minyak dan anjloknya saham Wal-Mart Stores.

“Saat ekuitas ditarik kembali. Emas muncul dan Emas sekarang adalah sangat bullish” kata Senior Market Strategist dari RJO Futures, Bob Haberkorn dilansir dari Reuters,Jumat (19/2/2016)

Harga emas di pasar spot naik 2,1 persen menjadi US$ 1.234,5 perounce, mendekati level tertinggi satu tahun sekitar US$ 1.260 per ounce pada minggu lalu.

AS berjangka emas untuk pengiriman April ditutup naik 1,2 persen menjadi US$ 1.226,3. Sedangkan Perak pulih dari kerugian sebelumnya dan naik 1,3 persen menjadi US$ 15,48 per ounce.

“Emas sebagai safe haven kini menjadi incaran¬† di era suku bunga negatif di Eropa, Jepang, Swedia dan Denmark,” kata Senior Investment Strategist dari US Bank Wealth Management, Rob Haworth.

Volatilitas pasar keuangan telah meningkat harapan Bank Sentral AS atau Federal Reserve kemungkinan akan menahan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Harga emas telah meningkat hampir 20 persen sejak dekati posisi terendah enam tahun pada Desember.  Tak hanya emas, harga Ppatinum naik 0,04 persen menjadi US$ 942,99 per ounce dan paladium turun 1,5 persen menjadi US$ 503,51. (bisnis.liputan6.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.