Harga Emas Berpeluang Menguat, Ini Faktor Pendukungnya

JAKARTA – Harga emas diprediksi berpeluang menguat seiring dengan berakhirnya pertemuan Federal Open Market Committee pada hari ini. Dua penyokong harga emas hari ini adalah kembali ditundanya kenaikan suku bunga Federal Reserve dan semakin kacaunya pembicaraan polemik utang Yunani.

Pada perdagangan hari ini sampai pukul 09:23 WIB, harga emas Gold Spot terkoreksi tipis 0,04% menjadi US$1.181 per troy ounce atau Rp506.311 per gram.

Adnan Chaniago, analis senior PT Global Artha Futures, menjelaskan harga emas kemungkinan akan bergerak stabil di kisaran US$1.170 sampai US$1.185. Namun, pergerakan bisa berubah drastis dalam jangka dekat menjelang berakhirnya pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) nanti.

“Volatilitas harga emas akan tinggi pada hari ini karena diperkirakan pasar emas global mencapai perdagangan puncaknya. Puncak perdagangan pun seiring pasar yang menunggu komentar Federal Reserve (the Fed) pada selesainya pertemuan FOMC nanti,” jelasnya dalam riset pada Rabu (17/6/2015).

Meskipun begitu, sebagian besar pasar yakin the Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan nanti dan condong menaikkannya pada September nanti. Namun, adapula yang berspekulasi bank sentral Amerika Serikat (AS) itu akan membuat kejutan pada pertemuan ini.

Selain itu, dalam pertemuan nanti pasar juga menantikan outlook perekonomian Negeri Paman Sam sepanjang tahun ini hingga beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, Vyanne Lai, Ekonom National Australia Bank Ltd., mengatakan harga emas masih punya potensi menguat didukung oleh kacaunya pembicaraan terkait utang Yunani hingga saat ini.

“Apalagi, didukung the Fed yang kemungkinan diundur kembali ke September bisa menjaditrigger pendorong harga emas,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg.

(bisnis)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.