Harga Emas Cetak Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak Januari

 New York – Harga emas ditutup naik ke level tertinggi dalam enam minggu dan mencetak kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Januari 2015 karena data ekonomi yang lebih buruk dari China mengguncang pasar keuangan dan menekan dolar Amerika Serikat (AS) lebih lebih.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (22/8/2015), harga saham di dunia anjlok ke level terburuk dalam setahun. Sementara indeks dolar AS melemah ke level terendah dalam dua bulan setelah data manufaktur China membawa keraguan bahwa Bank Sentral AS atau The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan depan.

Data ekonomi China membawa ketakutan investor soal melambatnya pertumbuhan global. Hal ini membuat investor bergegas mengalihkan investasinya ke emas.

Harga emas kemballi pulih pada pekan ini setelah menyentuh level 5,5 tahun terendah pada Juli. Harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi US$ 1.158,31 per ounce, atau naik 4 persen pada pekan ini. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,6 persen ke US$ 1.159,6 per ounce.

Sebelumnya, harga emas mengalami tekanan berat sepanjang tahun ini akibat rencana The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya selama hampir satu dekade.

Bursa New York SPDR Gold Shares, melaporkan adanya arus masuk 3,6 ton pada Kamis, kenaikan pertama selama lebih dari seminggu.

Harga perak turun 1,7 persen menjadi US$ 15,29 per ounce, platinum turun 0,8 persen menjadi US$ 1.020,75 dan paladium turun 2,7 persen menjadi US$ 601,25

(source: Liputan6)

(tr)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.