Harga Emas Comex Naik ke Level US$1.075,8

Solopos.com, JAKARTA — Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Senin atau Selasa (5/1/2016) pagi WIB, ke level US$1.075,8 atau 15 poin karena ekuitas Amerika Serikat (AS) turun dan ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$15 atau 1,4%, menjadi menetap di US$1.075,20 per ounce. Emas mendapat dukungan karena indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 2,04 persen pada pukul 17.50 GMT di tengah ketidakstabilan ekonomi global.

Para analis menyatakan ketika ekuitas AS mencatat kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Ketegangan di Timur Tengah juga memicu perburuan terhadap logam mulia yang dinilai sebagai aset “safe haven“, karena Arab Saudi telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah menyerukan semua pihak untuk menahan diri di wilayah tersebut, menyatakan pihak-pihak harus memecahkan perbedaan mereka melalui dialog dan komunikasi.

Logam mulia mendapat dukungan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis Senin oleh Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indeks manufaktur jatuh ke tingkat yang jauh lebih buruk dari yang diperkirakan pada 48,2.

Analis mencatat ini adalah angka terburuk sejak Juli 2009. Meskipun ekuitas AS turun, Indeks Dolar AS naik 0,2% menjadi 98,90 pada 17:55 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para analis memperkirakan bahwa tren jangka panjang untuk emas tetap sangat “bearish” karena The Fed mulai menaikan suku bunga pertamanya pada Desember, yang terjadi meski diperkirakan untuk penundaan kenaikan suku bunga sampai 2016.

Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Sampai pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika. Perak untuk pengiriman Maret naik 3,8 sen, atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada US$13,841 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$8,7 atau 0,97%, menjadi ditutup pada US$884,5 per ounce. Demikian laporan Xinhua. (solopos.com)(dk)

Share
This entry was posted in Berita Emas. Bookmark the permalink.